PERKUAT EFISIENSI OPERASIONAL,BIO FARMA RESMIKAN FASILITAS CNG
Share via
Kategori
Ekonomi Bisnis
Terbit Pada
20 July 2026
20030686
IQPlus, (20/7) - PT Bio Farma (Persero) meresmikan operasional fasilitas Compressed Natural Gas (CNG) di lingkungan Bio Farma. Pengoperasian fasilitas tersebut menjadi bagian dari transformasi Bio Farma menuju kegiatan operasional yang semakin efisien, andal, dan bertanggung jawab terhadap lingkungan.
Sebagai bagian dari ekosistem Danantara, Bio Farma berkolaborasi dengan PT Gagas Energi Indonesia (PGN Gagas) untuk memperkuat efisiensi energi, keandalan operasional, serta penciptaan nilai yang berkelanjutan.
Bio Farma terus mendorong pengelolaan perusahaan yang berorientasi pada peningkatan daya saing, penguatan efisiensi, dan penciptaan nilai jangka panjang.
Pemanfaatan CNG menjadi salah satu langkah konkret untuk mengoptimalkan penggunaan energi sekaligus mendukung transisi menuju operasional dengan intensitas emisi yang lebih rendah.
Fasilitas CNG akan digunakan untuk mendukung kebutuhan energi boiler yang menghasilkan uap untuk kegiatan operasional dan proses produksi.
Melalui penerapan sistem dual fuel, CNG digunakan sebagai bahan bakar utama, sedangkan solar tetap disiapkan sebagai sumber energi cadangan untuk menjaga kontinuitas dan keandalan operasional.
Direktur Operasi PT Bio Farma (Persero), Iin Susanti, menyampaikan bahwa pengoperasian fasilitas CNG merupakan bagian dari komitmen Bio Farma dalam mengintegrasikan prinsip keberlanjutan ke dalam transformasi operasional perusahaan.
"Pengoperasian fasilitas CNG merupakan langkah konkret Bio Farma untuk membangun kegiatan usaha yang semakin efisien, berkelanjutan, dan bertanggung jawab terhadap lingkungan. Sebagai bagian dari ekosistem Danantara Indonesia, Bio Farma terus memperkuat fundamental perusahaan melalui pengelolaan sumber daya yang efektif, terukur, dan berorientasi jangka panjang.
Langkah ini sekaligus memperkuat keandalan operasional yang mendukung keberlangsungan proses produksi dan kontribusi Bio Farma terhadap ketahanan kesehatan nasional." ujar Iin.
Penggunaan CNG sebagai pengganti bahan bakar utama boiler diproyeksikan dapat menurunkan emisi karbon dioksida sekitar 24% dibandingkan dengan penggunaan solar.
Implementasi fasilitas tersebut juga berpotensi memberikan efisiensi biaya energi sekitar 37% per tahun, bergantung pada tingkat utilisasi fasilitas, kebutuhan produksi, harga energi, serta kondisi operasional.
Bio Farma menempatkan penggunaan CNG sebagai salah satu tahapan dalam perjalanan transisi energi perusahaan.
CNG memiliki intensitas emisi karbon yang lebih rendah dibandingkan dengan solar, sehingga diharapkan dapat mendukung pengurangan emisi operasional secara bertahap.
"Keberlanjutan merupakan proses jangka panjang yang harus diwujudkan melalui langkah konkret, terukur, dan dapat dipertanggungjawabkan. Ke depan, Bio Farma akan terus mengevaluasi pemanfaatan teknologi dan sumber energi yang lebih efisien serta rendah emisi, dengan tetap mempertimbangkan keselamatan, kelayakan investasi, efisiensi, dan keandalan produksi.
Dengan demikian, transformasi yang dijalankan dapat memberikan manfaat nyata bagi kinerja perusahaan sekaligus menciptakan nilai berkelanjutan bagi negara, masyarakat, dan lingkungan." lanjut Iin.
Fasilitas tersebut mencakup shelter penerimaan CNG, Pressure Regulating Station, sistem pengukuran atau metering, jaringan pipa distribusi, serta integrasi dengan burner dan panel kontrol boiler. (end)
Riset Terkait
Berita Terkait
