PERKUAT DAYA SAING IKM DI KALSEL, KEMENPERIN BANGUN IPAL RAMAH LINGKUNGAN
Share via
Kategori
Ekonomi Bisnis
Terbit Pada
27 August 2026
23839424
IQPlus, (27/8) - Kementerian Perindustrian semakin meningkatkan daya saing industri kecil dan menengah (IKM) melalui pemanfaatan teknologi yang adaptif, produktif, dan berwawasan lingkungan. Salah satu langkah konkret dilakukan melalui pembangunan lnstalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) bagi IKM Sentra Sasirangan Timbaan di Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan lewat Program Percepatan Pemanfaatan Teknologi melalui Dana Kemitraan Peningkatan Teknologi lndustri (DAPATI).
teri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan, transformasi industri nasional tidak hanya berorientasi pada peningkatan produktivitas dan daya saing, tetapi juga mampu menghadirkan proses produksi yang berkelanjutan serta ramah lingkungan.
"Kementerian Perindustrian terus berupaya menerapkan teknologi tepat guna yang mampu meningkatkan efisiensi proses produksi sekaligus memperkuat aspek keberlanjutan lingkungan. Upaya ini menjadi bagian penting dalam mewujudkan industri nasional yang semakin berdaya saing, inklusif, dan berkelanjutan serta sesuai dengan prinsip industri hijau," ujar Menperin dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (27/8).
Sejalan dengan arah kebijakan tersebut, Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa lndustri (BSKJI) terus memperkuat perannya dalam menghadirkan layanan teknologi industri yang dapat menjawab kebutuhan pelaku usaha di berbagai daerah. Melalui Program DAPATI, BSKJI melakukan percepatan adopsi teknologi industri agar mampu meningkatkan produktivitas sekaligus mendukung pengelolaan lingkungan yang lebih baik, khususnya bagi sektor IKM.
Kepala BSKJI Emmy Suryandari menyampaikan, program DAPATI merupakan wujud nyata kehadiran pemerintah dalam mempercepat pemanfaatan inovasi teknologi di sektor industri. "Program DAPATI tidak hanya menghasilkan inovasi yang aplikatif, tetapi juga meningkatkan kapasitas sumber daya manusia sehingga pelaku industri mampu mengoperasikan teknologi secara mandiri dan berkelanjutan. Dengan demikian, manfaat teknologi dapat terus dirasakan dalam jangka panjang," ujarnya.
Sebagai pelaksana kegiatan, Kepala BSPJI Banjarbaru Oktaviyanto Jimat Wibowo menjelaskan, pembangunan IPAL di Sentra Sasirangan Timbaan dilatarbelakangi masih ditemukannya praktik pembuangan limbah cair hasil proses pewarnaan kain sasirangan secara langsung ke sumur resapan tanpa melalui pengolahan terlebih dahulu. Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan apabila tidak segera ditangani. (end)
Riset Terkait
Berita Terkait
