PERCEPAT EKSPANSI FTTH, ANAK USAHA WIFI RILIS OBLIGASI BERDENOMINASI YEN
Share via
Terbit Pada
28 July 2026
Saham Terkait
Terakhir diperbarui: 27-07-2026, 12:50:pm
20837673
IQPlus, (28/7) - Anak perusahaan PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI), PT Integrasi Jaringan Ekosistem (IJE), resmi melakukan penerbitan obligasi berdenominasi Yen Jepang (Samurai Bonds) di pasar modal Jepang pada Jumat (24/7/2026). Total nilai penerbitan tersebut mencapai JPY 21,4 miliar.
Langkah korporasi ini disampaikan manajemen melalui keterbukaan informasi pada Senin (27/7/2026), sesuai dengan ketentuan Peraturan OJK Nomor 31/POJK.04/2015 tentang Keterbukaan Atas Informasi atau Fakta Material oleh Emiten atau Perusahaan Publik.
Direktur Utama PT Integrasi Jaringan Ekosistem, Hendrik Tee, menjelaskan bahwa penerbitan Samurai Bonds ini terbagi ke dalam dua seri. Seri pertama (First Series Tranche I) memiliki nilai sebesar JPY 19,4 miliar dengan tenor 3 tahun dan tingkat bunga 3,40% per tahun. Sementara seri kedua (Second Series Tranche II) bernilai JPY 2,0 miliar dengan tenor 5 tahun dan tingkat bunga 3,92% per tahun.
"Penerbitan Samurai Bonds tersebut telah memperoleh peringkat BBB+ dari lembaga pemeringkat Japan Credit Rating Agency, Ltd. (JCR)," paparnya.
Seluruh dana yang diperoleh dari penerbitan Samurai Bonds ini akan digunakan IJE untuk mendukung ekspansi dan pengembangan usaha perseroan. Alokasi dana tersebut utamanya mencakup belanja modal (capital expenditure) untuk pengembangan, perluasan, dan pemeliharaan jaringan Fiber-to-the-Home (FTTH) beserta infrastruktur telekomunikasi pendukungnya.
Selain itu, dana hasil penerbitan juga ditujukan untuk pemenuhan kebutuhan modal kerja (working capital), refinansiasi atau pelunasan fasilitas utang yang ada, serta kebutuhan umum perusahaan.
Pihak manajemen menambahkan bahwa penerbitan instrumen obligasi internasional ini memberikan dampak positif bagi kondisi keuangan dan pengembangan usaha Grup Perseroan. Selain dapat membuka akses pendanaan jangka panjang yang kompetitif dan terdiversifikasi, langkah ini memperkuat kapasitas operasional tanpa memberikan dampak negatif terhadap kondisi hukum maupun kelangsungan usaha perseroan. (end)
Riset Terkait
Berita Terkait
