BCA Sekuritas
langid
Berita Harian

PENJUALAN MENINGKAT, RUGI KOKA MENYUSUT DI SEMESTER I 2026

Terbit Pada

31 July 2026

Saham Terkait

Terakhir diperbarui: 31-07-2026, 09:31:am

21135620

IQPlus, (31/7) - PT Koka Indonesia Tbk (KOKA) membukukan perbaikan kinerja keuangan pada semester I 2026 yang ditandai dengan lonjakan pendapatan, membaiknya laba kotor, serta penyusutan rugi usaha dan rugi bersih dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Hal tersebut tercermin dalam laporan keuangan perseroan untuk periode yang berakhir 30 Juni 2026.

Dari data laporan keuangan Jumat, Penjualan bersih Perseroan melonjak sebesar 379,45% menjadi Rp45,93 miliar pada semester I 2026, dibandingkan Rp9,58 miliar pada semester I 2025. Seiring meningkatnya aktivitas usaha, beban pokok penjualan juga naik menjadi Rp41,63 miliar dari Rp19,27 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Meski beban pokok penjualan meningkat, Perseroan berhasil membalikkan menjadi laba bruto sebesar Rp4,29 miliar, dibandingkan rugi bruto Rp9,69 miliar pada semester I 2025. Perbaikan ini menunjukkan peningkatan efisiensi dan pertumbuhan pendapatan yang mampu menutup biaya pokok penjualan.

Di tingkat operasional, rugi usaha berhasil ditekan menjadi Rp5,18 miliar dibandingkan rugi usaha sebesar Rp16,63 miliar pada semester I tahun lalu. Sementara itu, rugi sebelum pajak juga menyusut menjadi Rp6,75 miliar dari Rp17,69 miliar dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Sejalan dengan itu, rugi bersih tahun berjalan tercatat sebesar Rp6,75 miliar, turun sekitar 61,83% dibandingkan rugi bersih Rp17,69 miliar pada semester I 2025.

Dari sisi posisi keuangan, total aset Perseroan meningkat 12,91% menjadi Rp208,05 miliar per 30 Juni 2026, dibandingkan Rp184,26 miliar pada akhir 2025. Kenaikan aset terutama ditopang oleh meningkatnya aset lancar, khususnya aset kontrak.

Di sisi lain, total liabilitas meningkat menjadi Rp60,99 miliar dari Rp30,45 miliar pada akhir 2025, terutama akibat kenaikan liabilitas jangka pendek, sementara total ekuitas tercatat sebesar Rp147,05 miliar, turun dari Rp153,81 miliar pada akhir tahun sebelumnya seiring masih dibukukannya rugi bersih selama periode berjalan. (end)