BCA Sekuritas
langid
Berita Harian

PENINGKATAN PRODUKSI TAMBANG BATUBARA DORONG PROFITABILITAS EKOSISTEM ABMM DI H12026

Terbit Pada

03 August 2026

Saham Terkait

Terakhir diperbarui: 09-05-2025, 05:13:pm

21427698

IQPlus, (3/8) - Sepanjang semester pertama tahun 2026 (1H26), Perseroan mempercepat produksi dari operasi tambang di Aceh untuk memanfaatkan membaiknya kondisi pasar batu bara, sebagaimana tercermin dalam laporan keuangan konsolidasian PT ABM Investama Tbk (ABMM) untuk periode enam bulan yang berakhir pada 30 Juni 2026.

Periode tersebut juga diwarnai oleh tingginya harga bahan bakar yang dipicu oleh ketegangan geopolitik yang masih berlangsung. Namun demikian, kondisi tersebut turut mendorong kenaikan harga jual batu bara yang mendukung strategi peningkatan produksi Perseroan pada kuartal kedua tahun 2026 (2Q26).

Perseroan juga terus menerapkan pengelolaan biaya yang disiplin sehingga mampu menangkap peluang dari kondisi pasar batu bara yang kondusif. Selain itu, stabilisasi kinerja bisnis jasa kontraktor pertambangan turut memberikan kontribusi melalui perbaikan berbagai indikator operasional. Sebagai hasilnya, Perseroan membukukan kinerja keuangan dan operasional yang tetap solid, mencerminkan ketangguhan ekosistem bisnis Perseroan di tengah dinamika kondisi pasar.

Pada lini bisnis logistik, anak usaha Perseroan berhasil memperoleh kontrak jasa logistik jangka panjang dari salah satu pelanggan utama (A-list customer), yang memberikan dukungan kuat terhadap keberlanjutan operasional Perseroan di masa mendatang.

Memasuki paruh kedua tahun 2026, Perseroan memperkirakan momentum peningkatan produksi dari operasi di Aceh akan terus berlanjut. Perseroan juga tengah melanjutkan proses perizinan untuk aset tambang batu bara baru di Kalimantan Tengah yang ditargetkan selesai pada akhir tahun 2026. Ke depan, proyek-proyek tersebut diharapkan dapat memperluas basis produksi Perseroan dan menjadi pendorong utama dalam memperkuat rantai nilai pertambangan terintegrasi Perseroan, sekaligus mendukung pertumbuhan berkelanjutan dalam jangka panjang.

Perseroan membukukan pendapatan konsolidasian yang relatif stabil sebesar US$506,2 juta pada 1H26 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Adjusted EBITDA (LTM) mencapai US$346,9 juta, meningkat 6,4% YoY, sementara Laba Bersih mencapai US$39,9 juta, tumbuh 41,9% YoY, didorong oleh peningkatan volume penjualan batu bara serta stabilisasi bisnis kontraktor pertambangan.

Volume coal getting meningkat 14,2% YoY menjadi 17,9 juta ton pada 1H26, terutama didorong oleh peningkatan produksi pada salah satu lokasi operasi di Kalimantan Selatan Sementara itu, volume overburden removal menurun 12,6% YoY menjadi 98,0 juta bcm pada 1H26.

Peningkatan volume penjualan batu bara secara tahunan, yang didorong oleh ramp-up produksi di lokasi tambang Aceh selama 2Q26, memberikan kontribusi positif terhadap profitabilitas Perseroan.

Bisnis perdagangan bahan bakar mencatat volume penjualan sebesar 141,9 juta liter pada 1H26. Bisnis logistik mempertahankan kinerja yang solid dengan tingkat on-time delivery sebesar 95,6%.

Bisnis jasa dan fabrikasi juga mencatat kinerja yang stabil dengan tingkat on-time in-full delivery sebesar 84,7%. (end)