PENGUSAHA NILAI PROGRAM PERTANIAN PEMERINAH PACU PASAR ALAT BERAT
Share via
Terbit Pada
27 July 2026
Saham Terkait
Terakhir diperbarui: 01-07-2026, 04:34:pm
20756801
IQPlus, (27/7) - Presiden Direktur PT Hexindo Adiperkasa Tbk Dwi Swasono menyampaikan program prioritas pemerintah di sektor pertanian yang bertujuan untuk mewujudkan swasembada pangan, memberikan dampak positif terhadap kinerja pasar industri alat berat.
Menurut Dwi ditemui di Jakarta, Senin, program pemerintah tersebut memberikan dampak positif, khususnya melalui pengembangan lahan pertanian yang mencakup berbagai kegiatan seperti cetak sawah, perkebunan tebu, hingga sawit.
"Ada cetak sawah, ada sugarcane, ada sawit juga. Itu sangat signifikan membutuhkan alat berat," katanya.
Disampaikan dia pula, pihaknya melihat sektor agro masih memiliki prospek yang kuat sehingga mendorong investasi alat berat tetap berjalan. Selain itu, sektor kehutanan juga mulai melakukan penggantian alat yang sudah berusia lebih dari lima tahun.
Dari sisi kontribusi sektor terhadap bisnis alat berat Hexindo, Dwi menyebut sektor agro menjadi penyumbang terbesar, disusul konstruksi, sementara sisanya berasal dari sektor kehutanan dan pertambangan.
"Agro itu sekitar 37 persen lalu konstruksi itu sekitar 29 persen, sisanya itu adalah forestry dan mining," ungkapnya.
Selain itu, disampaikan dia pula, bahwa industri saat ini semakin selektif dalam mempertimbangkan dan memilih alat berat. Pelaku industri tidak lagi hanya berfokus pada kekuatan ataupun kapasitas mesin, tetapi juga mulai memperhitungkan kemudahan perawatan, efisiensi biaya, hingga kepastian layanan selama unit digunakan.
Pihaknya kata dia, memperkenalkan empat model alat berat WIXIM Supported by LANDCROS yang terdiri dari dua kategori, yaitu Wheel Loader, model WZW140B-G dan WZW220B-G, serta Bulldozer, model WZD170B-G dan WZD250B-F.
Model tersebut diharapkan dapat menunjang kinerja berbagai sektor prioritas di Tanah Air, seperti pertambangan, perkebunan, konstruksi, kehutanan, serta industri strategis lainnya.
Sebelumnya, Kementerian Pertanian menyatakan dengan kontribusi sektor pertanian yang menyumbang 12,67 persen terhadap produk domestik bruto (PDB), menegaskan peran sektor tersebut sebagai penopang sekaligus penggerak pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal I 2026.
"Pertanian hari ini bukan hanya penyangga, tetapi menjadi penggerak utama ekonomi nasional. Ketika sektor lain mengalami tekanan, pertanian justru hadir sebagai solusi dan penopang utama," kata Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam pernyataan di Jakarta, Selasa (5/5).
Amran menegaskan capaian tersebut menjadi bukti nyata sektor pertanian semakin kuat serta berperan sebagai fondasi utama ekonomi nasional dalam menghadapi berbagai tantangan ekonomi domestik maupun global saat ini.
Ia menyatakan pertanian kini tidak hanya menjadi penyangga, melainkan telah berkembang menjadi penggerak utama ekonomi nasional, terutama ketika sektor lain menghadapi tekanan sehingga perannya semakin strategis dan signifikan.
Pernyataan tersebut disampaikan sebagai respons terhadap data Badan Pusat Statistik (BPS) yang menempatkan sektor pertanian sebagai salah satu dari lima lapangan usaha dengan kontribusi terbesar terhadap produk domestik bruto nasional (PDB).
Kelima lapangan usaha tersebut meliputi industri pengolahan sebesar 19,07 persen, perdagangan 13,28 persen, pertanian 12,67 persen, konstruksi 9,81 persen, serta pertambangan 8,69 persen dalam struktur perekonomian nasional. (end/ant)
Riset Terkait
Berita Terkait
