PENDAPATAN NAIK, NAMUN EMTK CATAT RUGI PADA SEMESTER I-2026
Share via
Terbit Pada
03 August 2026
Saham Terkait
Terakhir diperbarui: 01-07-2026, 05:14:pm
21439009
IQPlus, (3/8) - PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) membukukan pendapatan neto sebesar Rp10,81 triliun pada semester I-2026, meningkat 22,74% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp8,81 triliun.
Menurut laporan keuangan perseroan Senin, beban pokok pendapatan meningkat menjadi Rp7,99 triliun dari Rp6,41 triliun pada semester I-2025. Meski demikian, laba kotor perseroan masih tumbuh 17,53% menjadi Rp2,82 triliun, dibandingkan Rp2,40 triliun pada periode yang sama tahun lalu.
Kinerja operasional EMTK juga mengalami perbaikan. Laba usaha melonjak menjadi Rp1,83 triliun dari Rp345,66 miliar pada semester I-2025, terutama ditopang oleh laba selisih kurs sebesar Rp982,90 miliar serta penurunan beban umum dan administrasi.
Namun demikian, perseroan membukukan rugi sebelum pajak sebesar Rp124,37 miliar, berbalik dari laba sebelum pajak Rp5,01 triliun pada semester I-2025. Penurunan tersebut terutama dipengaruhi oleh rugi atas investasi neto sebesar Rp2,29 triliun, sementara pada periode yang sama tahun lalu perseroan mencatat laba investasi bersih Rp1,31 triliun. Selain itu, pada semester I-2025 perseroan juga memperoleh laba atas akuisisi entitas anak sebesar Rp2,86 triliun yang tidak berulang pada tahun ini.
Setelah memperhitungkan beban pajak penghasilan, EMTK mencatat rugi yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp320,60 miliar, berbalik dari laba Rp4,22 triliun pada semester I-2025.
Sejalan dengan itu, rugi per saham dasar berubah menjadi Rp5,25 per saham, dibandingkan laba per saham Rp69,26 pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Dari sisi neraca, hingga 30 Juni 2026 total aset EMTK tercatat sebesar Rp59,88 triliun, turun sekitar 1,47% dibandingkan posisi akhir 2025 sebesar Rp60,77 triliun.
Sementara itu, total liabilitas meningkat menjadi Rp7,89 triliun dari Rp7,37 triliun pada 31 Desember 2025. Adapun total ekuitas tercatat sebesar Rp51,98 triliun, turun dari Rp53,39 triliun pada akhir tahun lalu. (end)
Riset Terkait
Berita Terkait
