BCA Sekuritas
langid
Berita Harian

PENDAPATAN MELONJAK, LABA BERSIH DMAS TEMBUS RP1,19 TRILIUN

Terbit Pada

03 August 2026

Saham Terkait

Terakhir diperbarui: 10-07-2026, 04:31:pm

21435230

IQPlus, (03/8) - PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS), pengembang kawasan industri terpadu modern Kota Deltamas, membukukan kinerja keuangan yang meningkat signifikan sepanjang semester pertama 2026. Perseroan mencatat pendapatan usaha sebesar Rp1,80 triliun atau hampir tiga kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp613,36 miliar.

Direktur dan Sekretaris Perusahaan PT Puradelta Lestari Tbk, Tondy Suwanto, mengatakan peningkatan pendapatan tersebut terutama ditopang oleh segmen kawasan industri yang masih menjadi kontributor utama. "Dibandingkan dengan pendapatan usaha di semester pertama tahun 2025 sebesar Rp613,36 miliar, pendapatan usaha tahun ini naik hampir tiga kali lipat," ujarnya.

Segmen industri menyumbang pendapatan sebesar Rp1,75 triliun atau menjadi penyokong terbesar kinerja Perseroan. Sementara itu, segmen hunian dan komersial masing-masing memberikan kontribusi Rp19,32 miliar dan Rp18,16 miliar. Adapun pendapatan dari segmen sewa dan hotel tercatat masing-masing sebesar Rp9,47 miliar dan Rp8,07 miliar.

Menurut Tondy, tingginya permintaan dari sektor pusat data (data center) masih menjadi pendorong utama penjualan lahan industri Perseroan yang diakui sebagai pendapatan pada paruh pertama 2026. Sektor tersebut tetap menjadi pelanggan terbesar di kawasan industri Kota Deltamas.

Sejalan dengan pertumbuhan pendapatan, laba kotor Perseroan melonjak 197,22% menjadi Rp1,28 triliun dari Rp429,65 miliar pada semester pertama 2025. Marjin laba kotor tercatat sebesar 70,81%. Sementara itu, laba bersih meningkat 175,34% menjadi Rp1,19 triliun dibandingkan Rp433,02 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya, dengan marjin laba bersih mencapai 66,11%.

Dari sisi neraca, total aset Perseroan per 30 Juni 2026 meningkat 23,43% menjadi Rp8,79 triliun dibandingkan posisi akhir 2025 sebesar Rp7,12 triliun. Kenaikan tersebut terutama didorong oleh lonjakan kas dan setara kas yang mencapai Rp2,09 triliun atau meningkat 453,06% dari Rp377 miliar pada akhir Desember 2025.

Perseroan juga mencatat liabilitas sebesar Rp1,78 triliun, sementara ekuitas meningkat sekitar 6,02% menjadi Rp7,01 triliun. DMAS menyatakan tidak memiliki utang, sehingga posisi kas bersih yang kuat akan dimanfaatkan untuk melanjutkan pengembangan Kota Deltamas sebagai kawasan terpadu modern di timur Jakarta yang mengintegrasikan kawasan industri, komersial, dan hunian. (end)