PELINDO TARGETKAN ARUS PETI KEMAS 13,77 JUTA TEUS PADA 2026
Share via
Kategori
Ekonomi Bisnis
Terbit Pada
10 February 2026
04057922
IQPlus, (10/2) - PT Pelindo Terminal Petikemas (SPTP) menargetkan arus peti kemas sebanyak 13,77 juta TEUs di seluruh terminalnya pada 2026 atau tumbuh 5 persen secara tahunan.
"Kami optimistis melihat geliat industri di berbagai daerah. Pertumbuhan ekonomi nasional menjadi bahan bakar utama bagi kami untuk mencapai target ini," kata Corporate Secretary Pelindo Terminal Petikemas Widyaswendra di Surabaya, Jatim, Selasa.
Widyaswendra mengatakan optimisme tersebut didorong oleh solidnya kinerja ekonomi nasional serta meningkatnya aktivitas industri di berbagai wilayah.
Sejumlah terminal pun diproyeksikan bakal menjadi motor pertumbuhan arus peti kemas seperti di Terminal Peti Kemas Kendari yang akan terdorong oleh meningkatnya ekspor nikel.
Di Kalimantan Utara, Terminal Peti Kemas Tarakan bersiap menangkap potensi logistik gas alam cair (LNG) sedangkan di kawasan timur Indonesia yakni Terminal Peti Kemas Merauke mencatat kenaikan arus barang seiring masifnya dukungan logistik untuk proyek strategis nasional (PSN).
Untuk Pulau Jawa, Terminal Peti Kemas Semarang diprediksi semakin sibuk sejalan dengan berkembangnya Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) dan Kawasan Industri Kendal (KIK) yang mendorong aktivitas ekspor-impor sektor manufaktur.
Sementara itu, Pelindo Terminal Petikemas mencatat arus peti kemas luar negeri tahun lalu sebanyak 4,40 Juta TEUs atau meningkat 10,28 persen dibandingkan periode tahun 2024.
Jumlah tersebut terdiri atas peti kemas impor sebanyak 2,12 Juta TEUs, peti kemas ekspor 2,25 Juta TEUs, dan peti kemas transhipment 30 ribu TEUs.
"Untuk mendukung pencapaian target tahun ini, sejumlah terminal peti kemas yang kami kelola akan dilengkapi alat bongkar muat baru untuk meningkatkan kualitas layanan peti kemas bagi para pengguna jasa perusahaan," ujar Widyaswendra.
Ketua Umum Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (GPEI) Benny Soetrisno memperkirakan ekspor Indonesia akan tumbuh sekitar 7 persen pada 2026 seiring semakin banyaknya perjanjian perdagangan bebas atau free trade agreement (FTA) yang dijalin dengan negara mitra.
"FTA membuka akses pasar lebih luas dan menurunkan hambatan tarif, sehingga produk ekspor Indonesia menjadi lebih kompetitif," kata Benny. (end/ant)
Riset Terkait
Berita Terkait
