BCA Sekuritas
    langid
    Berita Harian

    PEFINDO TETAPKAN PERINGKAT idA+ UNTUK OBLIGASI SUMMARECON AGUNG

    Terbit Pada

    30 December 2025

    Saham Terkait

    Terakhir diperbarui: 12-11-2025, 04:30:pm

    36328244

    IQPlus, (30/12) - PEFINDO menetapkan peringkat idA+ untuk rencana penerbitan Obligasi Berkelanjutan V Tahun 2025 PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) senilai Rp3 triliun. Dana dari penerbitan obligasi ini akan digunakan untuk akuisisi lahan, modal kerja, dan pembiayaan kembali. Pada saat yang sama, PEFINDO menegaskan peringkat idA+ untuk SMRA dan Obligasi Berkelanjutan IV yang diterbitkan. Prospek untuk peringkat perusahaan adalah stabil.

    Peringkat tersebut mencerminkan posisi bisnis SMRA yang kuat, kualitas aset yang baik, dan pendapatan berulang yang baik. Peringkat tersebut dibatasi oleh risiko proyek baru di area baru dan paparan terhadap kondisi makroekonomi.

    Peringkat dapat dinaikkan jika SMRA menunjukkan pertumbuhan dalam pengembangan properti yang tercermin melalui marketing sales, diiringi dengan peningkatan pendapatan dari segmen pendapatan berulang, yang menghasilkan pendapatan dan EBITDA yang lebih tinggi dari yang diproyeksikan disertai dengan profil keuangan yang lebih kuat secara berkelanjutan. Peringkat dapat diturunkan jika Perusahaan mencatat marketing sales yang jauh lebih rendah dan kemajuan konstruksi yang lebih lambat dari yang diharapkan, sehingga mengakibatkan pendapatan jauh di bawah target. Peringkat juga dapat berada di bawah tekanan jika SMRA menanggung utang yang lebih tinggi dari yang diproyeksikan, sehingga menghasilkan profil keuangan yang lebih agresif.

    SMRA bergerak dalam bisnis properti dan dibagi menjadi tiga divisi: pengembangan properti, properti investasi, serta rekreasi dan hospitality. Proyek properti utamanya berada di Kelapa Gading, Serpong, Bekasi, Bandung, Karawang, Makassar, Bogor, Crown Gading, dan Tangerang. Per 30 September 2025, pemegang sahamnya adalah PT Semarop Agung (35,71%), Harto Djojo Nagaria (0,13%), Liliawati Rahardjo (5,39%), dan lain-lain, termasuk publik (58,77%). (end)