BCA Sekuritas
    langid
    Berita Harian

    PEFINDO TEGASKAN PERINGKAT idA+ UNTUK OBLIGASI ARKORA HYDRO

    Terbit Pada

    13 March 2026

    Saham Terkait

    Terakhir diperbarui: 10-03-2026, 03:41:pm

    07136788

    IQPlus, (13/3) - PEFINDO menegaskan peringkat idA+(pg) untuk Obligasi Berwawasan Lingkungan I Tahun 2023 PT Arkora Hydro Tbk (ARKO). Instrumen utang tersebut dijamin sebagian oleh PT Indonesia Infrastructure Finance (IIF, peringkat idAAA/Stabil) yang mencakup nilai pokok Obligasi secara prorata sekurang-kurangnya 75%, pembayaran kupon secara triwulanan sekurang-kurangnya 200%, dan biaya keterlambatan pembayaran kupon Obligasi dan/atau biaya pinalti sekurang-kurangnya Rp7,0 miliar.

    Jumlah yang dijamin dapat berkurang secara bertahap sesuai dengan jatuh tempo setiap seri obligasi, dan jumlah yang harus dipertahankan secara prorata adalah sebesar 75% dari jumlah pokok dan jumlah kupon triwulanan.

    Peringkat instrumen terutama mencerminkan penjaminan sebagian oleh IIF yang bersifat tanpa syarat dan tidak dapat ditarik kembali, di samping profil kredit ARKO yang mencerminkan pengelolaan operasi yang baik, fleksibilitas keuangan yang kuat, keuntungan dari komitmen pemerintah untuk mengembangkan pasokan energi terbarukan, walaupun dibatasi oleh posisi moderat ARKO sebagai produsen tenaga listrik independen mini hidro, profil keuangan yang agresif, dan paparan terhadap kondisi hidrologis.

    Perubahan signifikan pada profil kredit ARKO atau struktur penguatan kredit (credit enhancement) atas penjaminan obligasi dapat menyebabkan perubahan peringkat yang sejalan pada surat utang Perusahaan.

    ARKO mengembangkan dan mengoperasikan proyek pembangkit listrik tenaga mini hidro. Perusahaan juga memiliki perusahaan afiliasi yang menyediakan jasa konstruksi untuk proyeknya dan untuk jasa operasi dan pemeliharaan.

    Per 31 Desember 2025, pemegang saham ARKO terdiri dari PT Arkora Bakti Indonesia (41,89%), PT Energia Prima Nusantara (26,55%, bagian dari PT United Tractors Tbk (UNTR)), ACEI Singapore Holdings Private Ltd (4,58%), Aldo Henry Artoko (0,16%), Arya Pradana Setiadharma (0,06%), dan publik 26,76%.

    Sebagai penjamin, IIF merupakan lembaga keuangan swasta non-bank yang memiliki fokus pada investasi di proyek-proyek infrastruktur yang layak secara komersial. IIF menyediakan pembiayaan berbasis dana seperti pinjaman senior, pinjaman mezzanine, dan pinjaman dalam bentuk partisipasi dalam ekuitas, ditambah dengan produk pembiayaan non-dana seperti penjaminan dan layanan berbasis biaya. Pemegang saham IIF terdiri dari PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) (44,99%), International Finance Corporation (IFC, 15,71%), Asian Development Bank (ADB, 15,71%), Deutsche Investitions-und Entwicklungsgesellschaft mbH (DEG, 11,88%), dan Sumitomo Mitsui Banking Corporation (SMBC, 11,71%) per 31 Desember 2025. (end)