BCA Sekuritas
    langid
    Berita Harian

    PEFINDO BERIKAN PERINGKAT idA UNTUK OBLIGASI INTEGRASI JARINGAN EKOSISTEM

    Kategori

    Ekonomi Bisnis

    Terbit Pada

    09 April 2026

    09831566

    IQPlus, (9/4) - PEFINDO memberikan peringkat idA terhadap rencana penerbitan Obligasi III Tahun 2026 PT Integrasi Jaringan Ekosistem (IJE) senilai Rp1,25 triliun dan peringkat idA(sy) terhadap rencana penerbitan Sukuk Ijarah II Tahun 2026 senilai Rp1,25 triliun. Perolehan dana dari penerbitan obligasi dan sukuk akan digunakan untuk pembiayaan kembali obligasi dan utang bank sekitar Rp1,98 triliun, dan sisanya akan digunakan untuk mendanai belanja modal terkait pengembangan fiber-to-the-home (FTTH) dan modal kerja.

    Pada saat bersamaan, PEFINDO menegaskan peringkat idA terhadap IJE dan Obligasi II Tahun 2025 dan peringkat idA(sy) terhadap Sukuk Ijarah I Tahun 2025. Prospek atas peringkat Perusahaan adalah stabil.

    Peringkat mencerminkan keuntungan IJE memiliki infrastruktur dengan kualitas yang baik, potensi pertumbuhan pendapatan eksponensial dari ekspansi bisnis, dan struktur permodalan yang konservatif. Peringkat dibatasi oleh risiko untuk menunjukkan kinerja yang stabil mempertimbangkan Perusahaan masih relatif baru dalam tahap operasi dan risiko regulasi terkait ekspansi jaringan.

    Peringkat dapat dinaikkan jika IJE sukses mengeksekusi bisnis FTTH secara tepat waktu dengan menjalankan gelaran home passed baru secara efisien dan mengakuisisi pelanggan dengan tingkat penerimaan yang tinggi sesuai target Perusahaan. Hal ini diharapkan akan berdampak secara signifikan terhadap arus kas masuk dan tetap mempertahankan struktur permodalan yang konservatif secara berkelanjutan. Namun, peringkat dapat diturunkan jika kinerja IJE secara signifikan di bawah target yang telah diantisipasi. Peringkat juga dapat tertekan jika IJE cenderung lebih agresif dalam mendanai aktivitas bisnis tanpa diimbangi penguatan posisi bisnis.

    IJE merupakan penyedia infrastruktur telekomunikasi, yang memiliki kontrak jangka panjang dengan PT Kereta Api Indonesia (Persero) (KAI) terkait penggunaan aset KAI untuk menempatkan kabel serat optik. Pada akhir September 2025, pemegang saham IJE terdiri dari PT Jaringan Infra Andalan (50,85%), NTT e-Asia Pte. Ltd. (49,0%) dan PT Lintas Maju Maxima (0,15%). (end)