BCA Sekuritas
langid
Berita Harian

PASAR SEMAKIN PROSPEKTIF, KEMENPERIN PACU INDUSTRI MAINAN KIAN KOMPETITIF

Kategori

Ekonomi Bisnis

Terbit Pada

05 October 2026

27739163

IQPlus, (5/10) - Industri mainan merupakan salah satu bagian dari sektor industri aneka yang memiliki karakteristik dan potensi yang sangat strategis. Mainan tidak hanya dipandang sebagai produk untuk hiburan, tetapi juga dapat menjadi bagian dari proses pendidikan, pengembangan kreativitas, kemampuan motorik, imajinasi, hingga kemampuan memecahkan masalah pada anak.

Kementerian Perindustrian terus memacu penguatan daya saing industri mainan melalui peningkatan kualitas dan standardisasi produk, pengembangan kapasitas industri, serta perluasan akses pasar. Upaya ini menjadi bagian dari komitmen Kemenperin dalam memperkuat ekosistem industri mainan nasional agar semakin kompetitif dan mampu memanfaatkan peluang pasar dalam negeri maupun global.

Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Indonesia Toy Forum 2026. Kegiatan ini merupakan sinergi antara Kemenperin melalui Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (Ditjen IKMA) dengan Asia Toy and Play Association (ATPA) yang bertujuan untuk mempertemukan pemerintah, pelaku industri, dunia pendidikan, dunia usaha, serta berbagai pemangku kepentingan dalam membahas peluang dan tantangan sekaligus merumuskan arah pengembangan industri mainan Indonesia.

Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Reni Yanita menegaskan, komitmen pemerintah untuk terus mengawal perlindungan dan penguatan ekosistem industri manufaktur dalam negeri, termasuk industri mainan.

"Tantangan utama industri nasional saat ini bukan sekadar kemampuan memproduksi, melainkan bagaimana kita memastikan produk-produk buatan dalam negeri diserap dan digunakan oleh masyarakat serta mampu mengambil peluang dalam rantai pasok global," ujar Dirjen IKMA dalam keterangannya di Jakarta, Senin (5/10).

Menurut Reni, industri mainan memiliki potensi besar sebagai sektor padat karya sekaligus penghasil produk bernilai tambah. "Kita perlu memperkuat pasar domestik melalui penerapan standar, peningkatan penggunaan produk dalam negeri, serta penguatan daya saing agar produk mainan buatan Indonesia semakin diminati di pasar nasional dan mampu memperluas penetrasi di pasar internasional," tuturnya.

Reni menekankan, pengembangan industri mainan nasional perlu ditempatkan sebagai upaya bersama yang melibatkan berbagai sektor, dengan setiap pemangku kepentingan memberikan kontribusi sesuai perannya. Kolaborasi tersebut penting untuk menciptakan ekosistem industri yang mendukung inovasi, meningkatkan daya saing, sekaligus memperluas jangkauan produk mainan dalam negeri.

"Pemerintah berperan menciptakan iklim usaha dan kebijakan yang mendukung, sementara pelaku industri menjadi motor utama dalam menghasilkan produk yang inovatif dan kompetitif. Sektor pendidikan dapat memberikan perspektif mengenai kebutuhan pembelajaran, sedangkan sektor ritel dan perdagangan digital dapat memperluas akses produk kepada konsumen," ungkapnya.

Lebih lanjut, Reni mengatakan, industri mainan memiliki peran penting dalam mendukung aktivitas ekonomi, baik melalui pengembangan unit usaha maupun penyerapan tenaga kerja. Industri mainan juga tersebar di berbagai wilayah dan melibatkan pelaku usaha dengan karakteristik serta skala yang beragam.

"Industri mainan memiliki fondasi produksi yang dapat terus diperkuat untuk meningkatkan kontribusinya terhadap perekonomian nasional. Secara nasional, industri mainan telah menjadi bagian dari ekosistem industri yang melibatkan pelaku usaha dari skala kecil hingga besar," tuturnya. (end)