PANGKAS EMISI DAN BIAYA, PRODUSEN BATA RINGAN BLES PACU TRANSISI ENERGI SURYA
Share via
Terbit Pada
28 July 2026
Saham Terkait
Terakhir diperbarui: 28-07-2026, 12:10:pm
20839723
IQPlus, (28/7) - PT Superior Prima Sukses Tbk (IDX: BLES), produsen bata ringan terbesar di Indonesia, semakin masif mengadopsi teknologi ramah lingkungan demi memperkuat efisiensi operasional dan mendukung transisi energi bersih di sektor manufaktur bahan bangunan nasional.
Langkah konkret tersebut diwujudkan melalui akselerasi pemanfaatan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap di sejumlah fasilitas produksinya. Hingga akhir tahun 2025, kapasitas terpasang PLTS Atap Perseroan di pabrik Lamongan, Sragen, dan Banjarnegara telah mencapai 2.545 kWp. Perseroan menargetkan ekspansi kapasitas energi surya tersebut meningkat hingga 4.370 kWp pada akhir tahun 2026.
Penerapan teknologi hijau ini menjadi strategi inti produsen bata ringan merek Blesscon dan Superiore Block tersebut untuk menekan biaya operasional sekaligus mengoptimalkan penggunaan energi bersih di tengah ekspansi kapasitas produksi yang terus berkembang.
"Ke depan, Perseroan akan terus mempertahankan pertumbuhan kinerja yang berkelanjutan melalui penguatan strategi bisnis dan peningkatan efisiensi operasional. Sejalan dengan itu, kami mengintegrasikan prinsip keberlanjutan ke dalam setiap aspek bisnis agar tidak hanya menciptakan nilai ekonomi, tetapi juga memberi manfaat jangka panjang bagi lingkungan," ujar Direktur PT Superior Prima Sukses Tbk, Andrew, dalam keterangannya di Surabaya, Selasa (28/7/2026).
Seiring dengan penerapan efisiensi berbasis energi terbarukan, kapasitas operasional BLES mencatatkan kenaikan volume produksi sebesar 17 persen pada semester I-2026, yakni mencapai 1,83 juta meter kubik (M3) dibandingkan 1,56 juta M3 pada periode sama tahun lalu. Saat ini BLES mengoperasikan total enam pabrik yang tersebar di lokasi strategis seperti Mojokerto, Lamongan, Sidoarjo, Sragen, dan Banjarnegara dengan total kapasitas terpasang mencapai 5,6 juta M3 per tahun.
Jaringan pabrik yang terintegrasi di Jawa Timur dan Jawa Tengah tersebut memungkinkan perusahaan menjaga efisiensi rantai pasok dan distribusi secara optimal untuk memenuhi kebutuhan sektor properti, komersial, hingga infrastruktur nasional.
Tidak hanya berfokus pada transisi energi dan efisiensi pabrik, emiten manufaktur ini juga memperkuat pilar sosial dari komitmen Environmental, Social, and Governance (ESG). Sejak 2024, BLES konsisten menjalin kolaborasi dengan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Mojokerto dalam program perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) bagi masyarakat sekitar.
Penerapan manufaktur berkelanjutan yang memadukan teknologi energi bersih, efisiensi operasional, serta kepedulian sosial ini menjadi pijakan utama Perseroan dalam mempertahankan posisi kepemimpinan pasar industri bahan bangunan di Indonesia. (end)
Riset Terkait
Berita Terkait
