OKI PULP & PAPER MILLS EMISI OBLIGASI RUPIAH DAN DOLAR AS
Share via
Kategori
Ekonomi Bisnis
Terbit Pada
21 July 2026
20131863
IQPlus, (21/7) - PT OKI Pulp & Paper Mills menggelar penawaran umum instrumen utang ganda berupa Obligasi Berkelanjutan II Tahap V Tahun 2026 dengan target dana sebanyak-banyaknya sebesar Rp3 triliun, serta Obligasi USD Berkelanjutan II Tahap IV Tahun 2026 senilai maksimal USD 25 juta. Penerbitan efek bersifat utang ini dilakukan dalam rangka Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) untuk memperkuat struktur permodalan perseroan serta mendukung pemenuhan kewajiban finansial yang akan datang.
Berdasarkan publikasi Informasi Tambahan Ringkas perseroan pada 20 Juli 2026, emisi obligasi Rupiah terbagi atas porsi penjaminan penuh (full commitment) sebesar Rp2,045 triliun dan kesanggupan terbaik (best effort) hingga Rp954,98 miliar. Obligasi Rupiah ditawarkan dalam dua seri, yakni Seri A dengan jangka waktu 3 tahun berkupon tetap 10,00% per tahun, serta Seri B dengan tenor 5 tahun berkupon tetap 10,50% per tahun. Pembayaran bunga obligasi dilakukan secara berkala setiap tiga bulan sekali hingga masa jatuh tempo.
Sementara itu, untuk penerbitan Obligasi USD, perseroan menetapkan nilai penjaminan penuh sebesar USD 18,018 juta dan sisanya hingga USD 6,981 juta menggunakan skema kesanggupan terbaik. Obligasi berdenominasi Dolar AS ini juga terbagi menjadi dua seri, yaitu Seri A berjangka waktu 3 tahun dengan tingkat bunga tetap 6,75% per tahun dan Seri B tenor 5 tahun berkupon 7,25% per tahun. Seluruh pembayaran pokok instrumen dilakukan secara pelunasan penuh (bullet payment) pada saat jatuh tempo.
Manajemen PT OKI Pulp & Paper Mills menegaskan bahwa dana hasil penawaran umum, setelah dikurangi biaya-biaya emisi, akan diprioritaskan untuk pembayaran kewajiban finansial perseroan. Sebesar Rp1,8 triliun dari emisi Rupiah dan USD 16 juta dari emisi Dolar AS dialokasikan khusus untuk melunasi angsuran pokok dan bunga pinjaman bank. Sisanya akan dimanfaatkan sebagai modal kerja operasional, seperti pembelian bahan baku, bahan pembantu produksi, energi, bahan bakar, serta biaya pengemasan.
Dua lembaga pemeringkat independen memberikan peringkat atas instrumen utang long-term perseroan. PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menyematkan peringkat idA+ (Single A Plus), sedangkan PT Kredit Rating Indonesia (KRI) memberikan peringkat irAA- (Double A Minus). Peringkat ini mencerminkan profil risiko kredit perseroan yang tergolong kuat serta kapasitas yang memadai dalam memenuhi seluruh kewajiban keuangan jangka panjangnya.
Dalam aksi korporasi ini, perseroan menunjuk PT Bank KB Indonesia Tbk sebagai Wali Amanat. Sejumlah perusahaan efek terkemuka bertindak sebagai Penjamin Pelaksana Emisi dan Penjamin Emisi Efek, di antaranya PT BCA Sekuritas yang bertindak sebagai Manajer Penjatahan, PT Aldiracita Sekuritas Indonesia, PT Indo Premier Sekuritas, PT Mandiri Sekuritas, PT BNI Sekuritas, PT BRI Danareksa Sekuritas, PT KB Valbury Sekuritas, PT Mega Capital Sekuritas, PT Sucor Sekuritas, dan PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk.
Masa penawaran umum obligasi dijadwalkan berlangsung pada 29-31 Juli 2026, dilanjutkan dengan tanggal penjatahan pada 3 Agustus 2026. Distribusi obligasi secara elektronik melalui PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) akan dilaksanakan pada 5 Agustus 2026, dan pencatatan resmi (listing) di Bursa Efek Indonesia (BEI) ditargetkan terlaksana pada 6 Agustus 2026. (end)
Riset Terkait
Berita Terkait
