BCA Sekuritas
    langid
    Berita Harian

    OJK : JUMLAH INVESTOR NAIK SAAT IHSG MENGALAMI KOREKSI PADA MARET

    Kategori

    Ekonomi Bisnis

    Terbit Pada

    06 April 2026

    09547318

    IQPlus, (6/4) - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan jumlah investor pasar modal meningkat di tengah pergerakan koreksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) seiring dengan eskalasi konflik Timur Tengah dan lonjakan harga komoditas energi dunia.

    Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi dalam Konferensi Pers RDKB Maret 2026 di Jakarta, Senin, menyampaikan IHSG pada akhir Maret 2026 ditutup di level 7.048,22 atau terkoreksi 14,42 persen secara bulanan (month-to-month/mtm).

    Di sisi lain, jumlah investor pasar modal domestik terus menunjukkan peningkatan. Hingga Maret 2026, terdapat tambahan 1,78 juta investor baru, sehingga total jumlah investor mencapai 24,74 juta atau tumbuh 21,51 persen (year-to-date/ytd).

    Secara umum, OJK menilai resiliensi dan likuiditas pasar modal domestik secara keseluruhan tetap terjaga.

    Investor asing tercatat membukukan net sell di pasar saham senilai Rp23,34 triliun. Lonjakan aksi jual investor asing antara lain dipengaruhi transaksi di pasar negosiasi pada sejumlah saham di Bursa Efek Indonesia (BEI).

    Di pasar obligasi, Indonesia Composite Bond Index (ICBI) ditutup pada level 433,16 atau terkoreksi 2,03 persen (mtm) dan 1,74 persen (ytd). Koreksi itu terjadi seiring meningkatnya persepsi risiko akibat ketidakpastian global.

    Adapun di pasar surat berharga negara (SBN), investor nonresiden tercatat membukukan net sell sebesar Rp21,80 triliun.

    Sementara itu, industri pengelolaan investasi bergerak searah dengan tren pasar pada Maret 2026, meski dengan penurunan yang dinilai lebih moderat.

    Nilai Aktiva Bersih (NAB) untuk reksa dana tercatat sebesar Rp695,71 triliun atau terkoreksi 2,51 persen (mtm), namun masih tumbuh positif 3,02 persen (ytd). Terjaganya kinerja NAB ditopang oleh net subscription (ytd) yang tercatat signifikan, yakni sebesar Rp29,12 triliun.

    OJK juga menilai pasar modal masih menjalankan fungsi penting sebagai sumber pembiayaan jangka panjang bagi dunia usaha.

    Hingga akhir Maret 2026, nilai fundraising korporasi di pasar modal secara ytd telah mencapai Rp51,96 triliun. Selain itu, terdapat 53 rencana penawaran umum yang saat ini berada dalam pipeline.

    Pada penggalangan dana melalui securities crowdfunding (SCF), nilai dana yang dihimpun pada Maret 2026 tercatat sebesar Rp18,07 miliar.

    Di pasar derivatif keuangan, volume transaksi mencapai 34.480 lot dengan frekuensi transaksi sebanyak 308.260 kali.

    Sedangkan di bursa karbon, jumlah pengguna jasa yang telah terdaftar mencapai 153 pihak.

    Adapun penambahan volume transaksi pada Maret 2026 tercatat sebesar 43.117 tCO2e (tonne of carbon dioxide equivalent), dengan akumulasi nilai transaksi mencapai Rp93,71 miliar. (end/ant)