MOMEN PERBAIKAN MENGUAT DI KUARTAL II 2026, HIS JAGA ARUS KAS OPERASI
Share via
Terbit Pada
31 July 2026
Saham Terkait
Terakhir diperbarui: 28-01-2026, 12:10:pm
21157015
IQPlus, (31/7) - PT Hasnur Internasional Shipping Tbk (Perseroan; HIS; IDX ticker: HAIS), perusahaan penyedia jasa logistik dan transportasi laut di Indonesia, mencatatkan momentum perbaikan kinerja pada kuartal II 2026 di tengah kondisi industri pelayaran dan logistik komoditas yang masih dinamis. Perbaikan tersebut tercermin dari peningkatan pendapatan dan laba bersih secara kuartalan serta penguatan margin profitabilitas dan arus kas operasi yang tetap terjaga sepanjang semester pertama 2026.
Sepanjang semester I 2026, HIS membukukan pendapatan sebesar Rp372,35 miliar dan laba bersih sebesar Rp18,81 miliar, dengan volume kargo yang diangkut mencapai 4,34 juta metrik ton (MT). Kinerja tersebut berlangsung di tengah kondisi industri yang masih menantang, khususnya pada rantai logistik batu bara. Dinamika perdagangan komoditas dan permintaan jasa pengangkutan turut memengaruhi aktivitas pada segmen tugboat dan barge .
Dalam menghadapi kondisi tersebut, Perseroan berfokus pada faktor-faktor yang berada dalam kendalinya melalui pengelolaan operasi yang lebih selektif, optimalisasi utilisasi armada, disiplin biaya, serta penguatan kualitas pendapatan. Perseroan juga semakin selektif dalam menentukan rute pelayaran dengan memprioritaskan rute yang memberikan kontribusi lebih optimal terhadap profitabilitas.
Memasuki kuartal II 2026, berbagai langkah penyesuaian tersebut mulai menunjukkan perkembangan positif. Secara kuartalan, pendapatan Perseroan pada kuartal II tercatat sekitar Rp209,45 miliar , meningkat 28,57% dibandingkan Rp162,90 miliar pada kuartal I 2026. Laba bersih kuartal II juga meningkat menjadi sekitar Rp15,67 miliar , dibandingkan Rp3,14 miliar pada kuartal sebelumnya.
Perbaikan tersebut turut tercermin pada margin laba bersih yang meningkat dari sekitar 1,93% pada kuartal I menjadi 7, 48% pada kuartal II 2026, menunjukkan pemulihan profitabilitas seiring dengan peningkatan aktivitas operasional dan langkah pengelolaan biaya yang dijalankan Perseroan.
Direktur Keuangan PT Hasnur Internasional Shipping Tbk, Rickie, mengatakan bahwa perkembangan pada kuartal II menunjukkan hasil dari strategi operasional yang dijalankan Perseroan sejak awal tahun.
"Kami melihat adanya perbaikan kinerja pada kuartal kedua dibandingkan awal tahun. Dalam kondisi pasar yang masih dinamis, fokus kami bukan semata mengejar volume, tetapi memastikan setiap aktivitas operasional dapat memberikan kontribusi yang sehat terhadap profitabilitas dan arus kas. Karena itu, kami semakin selektif dalam menentukan rute, mengoptimalkan utilisasi armada, serta menjaga disiplin biaya," ujar Rickie.
Di tengah kondisi industri yang dinamis, kemampuan Perseroan menghasilkan kas dari aktivitas operasional tetap terjaga. Hingga akhir Juni 2026, arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi mencapai Rp7 2,23 miliar, meningkat sekitar 6,30% dibandingkan Rp67,95 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Arus kas operasi tersebut juga berada di atas laba bersih semester I 2026, mencerminkan kemampuan aktivitas bisnis Perseroan dalam menghasilkan kas di tengah kondisi industri yang menantang. Kondisi tersebut memberikan fleksibilitas bagi Perseroan dalam mendukung kebutuhan operasional, menjalankan investasi produktif, serta mengelola kewajiban secara disiplin.
Disiplin biaya juga terus dijalankan. Beban usaha pada semester I 2026 tercatat sebesar Rp33,36 miliar, lebih rendah sekitar 24, 39% dibandingkan Rp44,12 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Langkah ini mencerminkan kemampuan Perseroan menyesuaikan struktur biaya terhadap dinamika bisnis tanpa mengurangi fokus terhadap keandalan operasional dan keselamatan pelayaran.
"Bagi kami, kemampuan menghasilkan arus kas merupakan salah satu indikator penting dalam menjaga kualitas kinerja. Di tengah penyesuaian pendapatan, arus kas operasi justru tetap tumbuh. Hal ini memberikan ruang bagi Perseroan untuk tetap menjalankan kebutuhan operasional dan investasi secara terukur, sekaligus menjaga fleksibilitas keuangan," tambah Rickie. (end)
Riset Terkait
Berita Terkait
