BCA Sekuritas
langid
Berita Harian

MERDEKA GOLD DONGKRAK PRODUKSI EMAS LEWAT TAMBANG PANI

Terbit Pada

27 August 2026

Saham Terkait

Terakhir diperbarui: 26-06-2026, 01:11:pm

23825983

IQPlus, (27/8)- PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS), anak usaha PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), mendongkrak produksi emas melalui tambang emas Pani, Gorontalo.

"EMAS kini memasuki fase pertumbuhan penting, didukung peningkatan produksi heap leach dan pembangunan fasilitas CIL (Carbon-in-Leach) 12 Mtpa. Pengembangan kedua fasilitas ini akan menjadi pendorong utama peningkatan kapasitas produksi Tambang Emas Pani," kata Presiden Direktur EMAS Boyke P Abidin, dalam keterangannya yang diterima di Badung, Bali, Rabu.

Boyke mengatakan perusahaan tengah meningkatkan kapasitas produksi setelah Tambang Emas Pani memasuki tahap produksi pada Februari 2026.

Tambang tersebut mencatat produksi emas perdana pada 14 Februari 2026. Produksinya mencapai 15.594 ounces pada kuartal II 2026, meningkat dibandingkan 1.818 ounces pada kuartal I sejalan dengan peningkatan kapasitas atau ramp-up operasi heap leach.

Peningkatan kapasitas produksi tersebut diikuti pengembangan fasilitas pengolahan. Cell 1 dan Cell 2 fasilitas heap leach telah selesai dibangun dan kapasitasnya ditingkatkan melalui peninggian tanggul hingga akhir 2026.

Pembangunan Cell 3 juga telah dimulai dan pengembangannya dijadwalkan berlanjut pada 2027. Setelah seluruh tahapan selesai, fasilitas heap leach ditargetkan memiliki kapasitas sekitar 62 juta ton bijih.

Pada saat bersamaan, pembangunan fasilitas CIL berkapasitas 12 juta ton bijih per tahun terus berlangsung. Fasilitas itu disiapkan untuk melengkapi operasi heap leach sekaligus meningkatkan tingkat perolehan emas dari sekitar 80 persen menjadi lebih dari 90 persen.

Kapasitas fasilitas CIL dalam jangka panjang dapat dikembangkan hingga 24 juta ton per tahun. Persiapan lahan fasilitas tersebut terus dilakukan dengan pengecoran beton pertama ditargetkan berlangsung pada awal kuartal IV 2026.

Ekspansi kapasitas pengolahan tersebut turut membutuhkan pembangunan infrastruktur penunjang, termasuk fasilitas pengelolaan tailing dan tambahan pasokan listrik melalui kerja sama dengan PT PLN (Persero).

Keterhubungan antara kegiatan pertambangan, penyediaan energi, pembangunan infrastruktur, jasa penunjang, dan kebutuhan rantai pasok tersebut membuka peluang perluasan kegiatan ekonomi di sekitar wilayah pertambangan.

Dalam konteks perekonomian daerah, pengembangan industri berbasis sumber daya mineral dapat memberikan nilai tambah yang lebih luas apabila peningkatan kapasitas produksi turut diikuti keterlibatan tenaga kerja dan pelaku usaha lokal dalam rantai pasok.

Boyke mengatakan pembangunan fasilitas utama dan infrastruktur pendukung yang berjalan menjadi bagian dari pengembangan Pani sebagai tambang emas berskala besar dengan umur operasi jangka panjang.

Dengan demikian, perkembangan Tambang Emas Pani tidak hanya berkaitan dengan peningkatan produksi komoditas emas, tetapi juga menunjukkan bertambahnya kapasitas kegiatan ekonomi berbasis sumber daya mineral di Gorontalo.

Besarnya kontribusi terhadap perekonomian daerah selanjutnya akan ditentukan oleh realisasi investasi, penyerapan tenaga kerja, keterlibatan usaha lokal, belanja barang dan jasa di daerah, serta keterkaitannya dengan sektor ekonomi lainnya. (end)