BCA Sekuritas
    langid
    Berita Harian

    MENPERIN: PARTISIPASI DI INNOPROM MOMEN TUNJUKKAN DAYA SAING INDUSTRI

    Kategori

    Ekonomi Bisnis

    Terbit Pada

    22 January 2026

    02157074

    IQPlus, (22/1) - Indonesia resmi menjadi Partner Country pada gelaran Industrial International Exhibition (INNOPROM) 2026, pameran industri internasional bergengsi yang akan diselenggarakan pada 6-9 Juli 2026 di Yekaterinburg, Rusia. Penetapan ini menjadi momentum strategis bagi Indonesia untuk menunjukkan kemampuan, daya saing, serta kesiapan industri nasional di hadapan dunia.

    INNOPROM merupakan pameran industri internasional yang menjadi etalase inovasi, teknologi, dan kerja sama industri global, serta mempertemukan pelaku industri, investor, dan pembuat kebijakan dari berbagai negara. Sejak digelar pertama kali pada 2010, INNOPROM dikenal sebagai pameran industri terbesar di kawasan Asia Tengah dan Eurasia, dengan melibatkan hampir 1.000 exhibitor dan menempati area seluas 50.000 meter persegi.

    Hubungan kerja sama industri antara Indonesia dan Federasi Rusia selama ini telah terjalin kuat dan mencakup berbagai sektor strategis. Kerja sama tersebut meliputi industri pupuk, farmasi dan alat kesehatan, metalurgi, galangan kapal, industri krisotil, serta pengembangan industri halal. Fondasi kerja sama ini menjadi modal penting bagi Indonesia dalam memaksimalkan peran sebagai Partner Country pada INNOPROM 2026.

    Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan bahwa partisipasi Indonesia sebagai Partner Country INNOPROM 2026 merupakan langkah strategis untuk memperkuat branding nasional sebagai negara industri yang kompetitif, inovatif, dan terbuka terhadap kolaborasi internasional.

    "Partisipasi Indonesia sebagai Partner Country INNOPROM 2026 merupakan momentum penting untuk menunjukkan kemampuan dan daya saing industri nasional di hadapan dunia. Indonesia ingin hadir bukan hanya sebagai peserta, tetapi sebagai mitra strategis yang menampilkan komitmen terhadap inovasi, keberlanjutan, dan pertumbuhan industri yang inklusif,"ujar Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita di Jakarta, Kamis(22/1).

    Sebagai Partner Country, Indonesia akan menampilkan produk manufaktur unggulan, potensi investasi, serta peluang kemitraan di berbagai sektor prioritas, sekaligus mempromosikan Indonesia sebagai pusat manufaktur dan inovasi di kawasan. Kehadiran Indonesia juga diarahkan untuk memperluas akses pasar nontradisional, khususnya ke Rusia dan negara-negara Commonwealth of Independent States (CIS).

    "INNOPROM menjadi platform strategis untuk memperluas akses pasar dan memperdalam kerja sama industri Indonesia dengan mitra internasional, khususnya Rusia dan kawasan Eurasia. Melalui forum ini, Indonesia dapat memperkenalkan kapabilitas industrinya sekaligus membuka peluang investasi dan kemitraan yang saling menguntungkan," jelas Menperin. (end)