BCA Sekuritas
langid
Berita Harian

MENPERIN DORONG TOYOTA PERLUAS PRODUKSI MOBIL LISTRIK DAN EKSPOR

Kategori

Ekonomi Bisnis

Terbit Pada

27 October 2026

29945754

IQPlus, (27/10) - Menteri Perindustrian (Menperin) Muhammad Sarmuji mendorong Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) meningkatkan ekspor kendaraan dari Indonesia, memperluas produksi mobil listrik berbasis baterai, serta menjajaki produksi kendaraan double cabin di Tanah Air untuk memperkuat industri otomotif.

Sarmuji menyampaikan dorongan tersebut dalam audiensi dengan produsen otomotif itu, yang turut membahas perkembangan produksi dan ekspor kendaraan, serta pengembangan industri otomotif di Indonesia.

"Kita minta ada peningkatan ekspor mobil Toyota dari Indonesia, baik peningkatan tentang modelnya maupun tujuan negaranya," kata Sarmuji ditemui usai pertemuan di Jakarta, Selasa.

Ia mencontohkan Australia sebagai salah satu pasar yang berpotensi ditingkatkan untuk ekspor kendaraan buatan Indonesia. Menurut dia, Indonesia memiliki kedekatan geografis dengan Australia dan telah memiliki perjanjian perdagangan dengan negara tersebut.

Namun, pasokan kendaraan ke Australia masih banyak berasal dari negara tetangga Indonesia. Oleh karena itu, ia mendorong perusahaan pabrikan mobil Jepang itu mempertimbangkan produksi kendaraan double cabin di Indonesia untuk memenuhi kebutuhan pasar tersebut.

Sarmuji menyatakan pemerintah dapat mempertimbangkan upaya perbaikan ekosistem apabila diperlukan untuk mendukung produksi kendaraan double cabin di dalam negeri.

"Kalau ada keperluan untuk memperbaiki ekosistem mobil double cabin juga bisa kita lakukan," katanya.

Selain mendorong ekspor, Menperin meminta produsen otomotif Jepang itu untuk meningkatkan pengembangan kendaraan listrik berbasis baterai atau battery electric vehicle (BEV).

Ia mengapresiasi perusahaan otomotif asal Jepang itu telah mengembangkan kendaraan hibrida dan memiliki fasilitas produksi baterai hibrida yang produknya telah diekspor ke negara lain.

Namun, pemerintah mendorong perusahaan tersebut melangkah lebih jauh dalam pengembangan kendaraan listrik berbasis baterai.

"Kenapa? Karena ekosistem baterai kita kan sudah sangat maju. Pemerintah juga sangat concern ke ekosistem baterai," ujar dia.

Sarmuji juga mengapresiasi kontribusi perusahaannya terhadap penyerapan tenaga kerja. Berdasarkan catatan yang disampaikannya, anak perusahaan otomotif asal Jepang itu menyerap sekitar 8.000 pekerja secara langsung, sedangkan jumlah tenaga kerja yang terkait dengan rantai pasok dan dealer mencapai sekitar 360.000 orang. (end/ant)