BCA Sekuritas
langid
Berita Harian

MENEKRAF SEBUT EKRAF JADI MESIN PERTUMBUHAN KAWASAN TRANSMIGRASI

Kategori

Ekonomi Bisnis

Terbit Pada

29 July 2026

20936570

IQPlus, (29/7) - Menteri Ekonomi Kreatif (Menekraf) Teuku Riefky Harsya mengatakan ekonomi kreatif menjadi mesin baru pertumbuhan kawasan transmigrasi melalui pengembangan potensi lokal, inovasi, dan peningkatan nilai tambah produk masyarakat.

"Ekonomi kreatif adalah masa depan Indonesia dan Tim Patriot adalah mitra strategis untuk menguatkan ekonomi kreatif sebagai mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional yang dimulai dari daerah-daerah transmigrasi di seluruh Indonesia," kata Riefky dalam pembekalan Tim Ekspedisi Patriot 2026, di Jakarta, Rabu.

Ia menyebut setiap kawasan transmigrasi memiliki potensi ekonomi kreatif yang dapat dikembangkan sesuai dengan karakteristik wilayah, mulai dari kuliner, kriya, fesyen, dan seni pertunjukan hingga subsektor berbasis teknologi dan digital.

Karena itu, Tim Ekspedisi Patriot diharapkan mengidentifikasi subsektor ekonomi kreatif unggulan yang berpotensi menjadi pengungkit perekonomian, memetakan kebutuhan penguatan ekosistem, serta menyusun rekomendasi strategi pengembangannya.

"Tim Ekspedisi Patriot bisa mengidentifikasi subsektor ekonomi kreatif unggulan di setiap kawasan, memetakan kebutuhan penguatan ekosistem kreatif yang dibutuhkan, dan menyusun rekomendasi strategi pengembangannya," ujarnya.

Menurut Menekraf, hasil pemetaan tersebut akan diolah bersama Kementerian Ekonomi Kreatif dan Kementerian Transmigrasi untuk menyusun strategi peningkatan pendapatan per kapita masyarakat dan menjalankan program yang sesuai dengan kebutuhan kawasan.

"Nanti dari data tersebut kami akan berkolaborasi dengan pihak Kementerian Transmigrasi," katanya pula.

Tindak lanjut hasil pemetaan dapat dilakukan melalui tiga program utama, yakni Aktivasi Desa Kreatif, Aktivasi Creative Hub atau ruang kreatif, serta Creative by Indonesia.

Aktivasi Desa Kreatif diarahkan untuk memperkuat desa dan kelurahan berbasis potensi ekonomi kreatif, termasuk kawasan transmigrasi.

Sementara itu, Aktivasi Creative Hub ditujukan untuk mengembangkan talenta, kewirausahaan, dan kapasitas pelaku kreatif. Adapun Creative by Indonesia diarahkan untuk memperkuat kekayaan intelektual dan merek lokal agar mampu berkembang dari tingkat daerah menuju pasar nasional dan global.

Riefky menjelaskan pengembangan tersebut mencakup 21 subsektor ekonomi kreatif, antara lain kuliner, kriya, fesyen, arsitektur, desain, film, animasi, musik, fotografi, gim, aplikasi, konten digital, serta teknologi baru. (end)