BCA Sekuritas
langid
Berita Harian

MENEKRAF BUKA PELUANG PEREMPUAN DESA MASUK KE PASAR PROPERTI

Kategori

Ekonomi Bisnis

Terbit Pada

08 September 2026

25036399

IQPlus, (8/9) - Menteri Ekonomi Kreatif (Menekraf)/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Kabekraf) Teuku Riefky Harsya membuka peluang bagi perempuan desa untuk memperluas akses pasar melalui kolaborasi dengan industri properti.

Menurut Teuku Riefky, jejaring yang dimiliki sektor properti dan perbankan dapat menjadi pintu masuk bagi pelaku ekonomi kreatif di desa, termasuk perempuan yang tergabung dalam Srikandi Jaga Desa, untuk memasarkan karya dan produk mereka ke pasar yang lebih luas.

"Ini bisa menjadi ruang yang baik untuk mempertemukan talenta ekonomi kreatif, khususnya arsitektur, desain, dan kriya, dengan kebutuhan industri. Karya-karya mereka tidak hanya bisa dipublikasikan, tetapi juga kita dorong untuk masuk ke proyek dan pasar yang lebih luas," ujar Teuku Riefky dalam keterangan yang diterima, di Jakarta, Selasa.

Dia menilai subsektor arsitektur, desain, dan kriya memiliki peluang besar untuk terhubung dengan kebutuhan industri properti. Produk dan karya kreatif dari desa tidak hanya berpotensi menjadi komoditas, tetapi juga dapat menjadi bagian dari pengembangan proyek dan kawasan properti.

Peluang tersebut, ujarnya lagi, dapat diperkuat melalui berbagai bentuk pendampingan, mulai dari publikasi karya, pengembangan produk, peningkatan kemasan, sertifikasi halal, hingga pemanfaatan ekosistem digital.

"Pelaku ekraf perlu memahami bagaimana aset intelektual yang mereka miliki dapat dikembangkan dan memiliki nilai ekonomi," katanya.

Riefky juga mendorong adanya forum yang mempertemukan pelaku ekonomi kreatif dengan perbankan. Forum tersebut dinilai penting agar pembahasan mengenai kekayaan intelektual dan pembiayaan dapat diterjemahkan menjadi akses nyata bagi pelaku kreatif.

CEO Journalist Media Network (JMN) sekaligus Pemimpin Redaksi Majalah Property&Bank Indra Utama mengatakan terdapat ruang besar untuk mempertemukan ekonomi kreatif dengan industri properti.

"Kami melihat ada ruang yang sangat besar untuk mempertemukan ekonomi kreatif dengan industri properti. Arsitektur, desain interior, desain produk, dan kriya bukan hanya menjadi bagian dari sebuah bangunan atau kawasan, tetapi juga dapat memberikan nilai tambah dan identitas bagi proyek-proyek properti," ujarnya. (end/ant)