MANDIRI SALURKAN KREDIT INFRASTRUTKRU Rp491,63 TRILIUN PER FEBRUARI
Share via
Terbit Pada
07 April 2026
Saham Terkait
Terakhir diperbarui: 07-04-2026, 09:40:am
09653706
IQPlus, (7/4) - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk menyalurkan kredit infrastruktur mencapai Rp491,63 triliun hingga Februari 2026, tumbuh 30,8 persen secara tahunan (year on year/yoy) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp375,85 triliun.
"Bank Mandiri berkomitmen untuk terus mendukung percepatan pembangunan infrastruktur nasional melalui pembiayaan yang produktif dan berkelanjutan," kata Direktur Utama Bank Mandiri Riduan dalam keterangan resmi di Jakarta, Selasa.
Penyaluran kredit ini mencerminkan keunggulan yang berkelanjutan dalam kapabilitas pembiayaan Bank Mandiri, yang didukung oleh sinergi ekosistem layanan serta pendekatan pembiayaan yang komprehensif dari hulu hingga hilir.
Riduan menambahkan, pihaknya meyakini pembangunan infrastruktur yang terus didorong pemerintah akan menjadi fondasi penting untuk memperkuat konektivitas, menggerakkan ekonomi kerakyatan, membuka lebih banyak peluang usaha, dan menciptakan kesejahteraan yang lebih merata bagi masyarakat.
Adapun pembiayaan yang disalurkan perseroan, catat Riduan, telah menjangkau berbagai subsektor strategis, mulai dari jalan dan transportasi, migas dan energi terbarukan, tenaga listrik, telematika, perumahan rakyat, fasilitas kota, hingga konstruksi.
Proyek-proyek tersebut mencakup pembangunan jalan tol, pelabuhan, hingga jaringan kereta api yang memberikan dampak nyata bagi konektivitas dan aktivitas ekonomi nasional.
"Penyaluran pembiayaan ini menjadi bukti nyata sinergi sektor keuangan dengan sektor riil dalam menopang pembangunan nasional. Infrastruktur memiliki peran strategis dalam memperkuat konektivitas, meningkatkan efisiensi ekonomi, dan mendorong tumbuhnya sektor-sektor produktif di berbagai wilayah," kata dia.
Secara rinci, subsektor transportasi menjadi penyumbang terbesar kredit infrastruktur Bank Mandiri dengan nilai mencapai Rp118,03 triliun per Februari 2026, atau tumbuh 18,45 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Di sisi lain, subsektor konstruksi infrastruktur mencatat pertumbuhan tertinggi dengan kenaikan 178,19 persen yoy menjadi Rp85,84 triliun.
Pembiayaan pada pembangunan jalan juga meningkat 11,08 persen secara tahunan menjadi Rp54,84 triliun, sedangkan subsektor telematika tercatat tumbuh 12,61 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu hingga mencapai Rp44,34 triliun.
Bank Mandiri meyakini bahwa ke depan prospek sektor infrastruktur tetap positif seiring berlanjutnya Proyek Strategis Nasional (PSN) yang menopang pertumbuhan ekonomi.
Sebagai bagian dari ekosistem Danantara, perseroan juga akan terus memperkuat peran sebagai mitra strategis pemerintah melalui beragam solusi pembiayaan, termasuk skema sindikasi dan pembiayaan berkelanjutan.
"Kami ingin terus menjadi bagian dari perjalanan Indonesia menuju kesejahteraan yang merata. Dengan kekuatan jaringan, pengalaman, serta kapabilitas pembiayaan yang solid, Bank Mandiri siap menghadirkan solusi finansial yang adaptif dan berkelanjutan untuk mendukung pembangunan nasional," tutup Riduan. (end/ant)
Riset Terkait
Berita Terkait
