BCA Sekuritas
langid
Berita Harian

LULUSAN VOKASI KEMENPERIN TEMBUS PERUSAHAAN KELAS DUNIA

Kategori

Ekonomi Bisnis

Terbit Pada

10 June 2026

16037421

IQPlus, (10/6) - Kementerian Perindustrian terus memperkuat pembangunan sumber daya manusia (SDM) industri sebagai salah satu strategi utama untuk mendukung transformasi manufaktur nasional dan menciptakan lapangan kerja berkualitas. Melalui program pendidikan vokasi industri yang menerapkan konsep link and match dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri, Kemenperin berhasil mencetak ribuan tenaga kerja kompeten yang siap bersaing di tingkat nasional maupun global.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan, pengembangan SDM industri merupakan investasi strategis untuk memperkuat daya saing sektor manufaktur Indonesia di tengah persaingan global yang semakin ketat.

"Seluruh lembaga pendidikan vokasi industri Kemenperin disiapkan dengan spesialisasi dan kompetensi yang spesifik agar menghasilkan lulusan yang memiliki pengetahuan, keterampilan, dan karakter industri yang kuat sehingga mampu berdaya saing secara global,"kata Menperin dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (10/6).

Sepanjang tahun 2025, Kemenperin telah menghasilkan sebanyak 5.472 lulusan dari unit pendidikan vokasi industri yang terdiri atas 11 politeknik, dua akademi komunitas, dan sembilan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Para lulusan tersebut memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri manufaktur dan mayoritas terserap oleh dunia kerja dalam waktu maksimal enam bulan setelah kelulusan.

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Doddy Rahadi menegaskan bahwa keberhasilan penyerapan lulusan tersebut menjadi bukti nyata efektivitas sistem pendidikan vokasi industri yang diterapkan Kemenperin.

"Pendidikan vokasi industri yang diselenggarakan Kemenperin menerapkan sistem link and match yang sesuai dengan kebutuhan industri, sehingga menghasilkan lulusan kompeten yang siap kerja dengan keterampilan yang dibutuhkan industri saat ini. Hal tersebut dibuktikan dengan banyaknya perusahaan industri yang menyerap lulusan dari unit pendidikan vokasi Kemenperin," ungkap Doddy.

Menurutnya, pendidikan vokasi industri Kemenperin tidak hanya menekankan penguasaan teori, tetapi juga praktik langsung di lingkungan industri melalui berbagai program pembelajaran berbasis kompetensi. Dengan demikian, lulusan memiliki kesiapan yang lebih baik dalam memasuki dunia kerja.

Keberhasilan lulusan pendidikan vokasi Kemenperin juga terlihat dari kiprah mereka di berbagai perusahaan nasional maupun internasional. Salah satunya adalah Jeihza Malik, lulusan Politeknik Industri Furnitur dan Pengolahan Kayu (Polifurneka) Kendal yang kini bekerja di Mono Group Hungaria pada bagian Sanding Department.

"Mendapatkan pekerjaan sebelum wisuda di kawasan industri Eropa merupakan pengalaman yang tidak pernah saya bayangkan sebelumnya. Hal tersebut tidak lepas dari pembelajaran teori, praktik, disiplin, serta pengalaman berinteraksi dengan praktisi industri selama menempuh pendidikan di Polifurneka," ujar Jeihza. (end)