BCA Sekuritas
langid
Berita Harian

LIRIK BISNIS PERHOTELAN, CBPE SIAP LEBARKAN SAYAP BISNIS KE BALI

Terbit Pada

30 June 2026

Saham Terkait

Terakhir diperbarui: 29-06-2026, 11:02:am

18054300

IQPlus, (30/6) - Emiten pengembang properti, PT Citra Buana Prasida Tbk (CBPE), optimistis menatap pertumbuhan bisnis di tahun 2026. Perseroan secara resmi mengumumkan langkah strategis untuk melebarkan sayap usahanya ke sektor hospitality (perhotelan) sekaligus memperkuat portofolio proyek properti yang sedang berjalan.

Manajemen CBPE mengungkapkan bahwa Perseroan telah mendirikan anak usaha baru bernama PT Tanaya Hema Senopati yang akan berfokus pada bidang hospitality. Melalui anak usaha ini, CBPE berencana melakukan ekspansi bisnis ke Pulau Dewata, Bali, dengan mengembangkan proyek perhotelan baru.

"Di tahun 2026, Perusahaan telah membentuk anak usaha bernama PT Tanaya Hema Senopati yang bergerak di bidang hospitality. Selain itu, Perseroan juga berencana untuk ekspansi di Bali, yaitu dengan mengembangkan usaha perhotelan," tulis manajemen CBPE dalam keterangan resminya.

Realisasi Proyek Properti 2026

Selain rencana ekspansi, CBPE juga memaparkan capaian kinerja operasionalnya sepanjang semester pertama tahun 2026. Hingga bulan Juni, Perseroan fokus pada pembangunan dan pemasaran kawasan ruko di Blok E. Dari target pembangunan lima unit ruko, CBPE berhasil mencatatkan penjualan sebanyak dua unit.

Tak berhenti di situ, Perseroan kini tengah mematangkan persiapan untuk proyek berikutnya di Blok K. Langkah-langkah awal seperti pengurusan perizinan, penunjukan kontraktor pelaksana, hingga persiapan teknis di lapangan terus dikebut agar pembangunan dapat segera dimulai.

Dampak Geopolitik Global Minim

Menanggapi ketidakpastian situasi geopolitik global, khususnya ketegangan yang masih berlangsung antara Amerika Serikat dan Iran, manajemen CBPE menegaskan bahwa kondisi tersebut tidak memberikan dampak signifikan terhadap stabilitas bisnis perusahaan.

Perseroan menilai pengaruh sentimen global tersebut hanya sedikit berimbas pada fluktuasi biaya operasional. Secara keseluruhan, fundamental bisnis CBPE dinilai tetap aman karena struktur keuangan dan transaksi Perseroan menggunakan mata uang lokal.

"Pengaruh geopolitik yang ada di sana pengaruhnya sedikit sekali. Hanya di dalam masalah biaya-biaya. Karena di dalam hal penjualan kita, revenue kita semua dilakukan dengan rupiah, dan biaya pembangunan juga dengan rupiah. Jadi ada pengaruh, tetapi sedikit sekali dampaknya," tutup manajemen. (end)