LABA MELONJAK DI 2025, MOLI TEBAR DIVIDEN Rp20 MILIAR
Share via
Terbit Pada
10 June 2026
Saham Terkait
Terakhir diperbarui: 05-06-2026, 04:32:pm
16028333
IQPlus, (10/6) - Emiten produsen etanol PT Madusari Murni Indah Tbk (MOLI) atau Molindo menyiapkan strategi pertumbuhan agresif pada 2026 dengan menyeimbangkan pembagian dividen kepada pemegang saham dan investasi untuk ekspansi usaha. Langkah tersebut dilakukan seiring membaiknya kinerja keuangan perseroan sepanjang tahun buku 2025.
Direktur MOLI, Jose G. Tan, mengatakan perseroan berencana membagikan dividen sekitar Rp20 miliar yang berasal dari laba bersih tahun buku 2025. Kebijakan itu didukung oleh lonjakan laba bersih sebesar 424,5% menjadi Rp93,11 miliar pada 2025, dibandingkan Rp17,75 miliar pada 2024. Sementara itu, penjualan bersih meningkat 7,6% menjadi Rp1,49 triliun dengan margin laba bersih naik dari 1,3% menjadi 6,2%.
Di sisi pengembangan usaha, MOLI membidik peluang dari implementasi program mandatori bioetanol 5% (E5) yang dijadwalkan mulai berlaku pada Juli 2026. Perseroan telah ditunjuk untuk memasok kebutuhan bioetanol di wilayah Jawa Timur kepada Pertamina dengan memanfaatkan kapasitas produksi fuel-grade ethanol yang masih tersedia sekitar 6 juta liter dari total kapasitas terpasang 10 juta liter per tahun.
Selain mendukung program E5 yang akan berlanjut menuju E10 pada 2028, MOLI juga memperluas penetrasi ke segmen etanol premium untuk memenuhi kebutuhan industri kosmetik, parfum, dan farmasi. Perseroan turut mengembangkan bisnis liquid CO2 guna menangkap pertumbuhan permintaan dari sektor manufaktur serta industri makanan dan minuman.
Untuk mendukung rencana ekspansi tersebut, MOLI mengalokasikan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp350 miliar pada 2026. Dana yang bersumber dari kombinasi pinjaman perbankan dan kas internal itu akan digunakan untuk pembangunan fasilitas distilasi baru, lini produksi liquid CO2, boiler, serta berbagai peralatan pendukung lainnya. Melalui investasi tersebut, kapasitas produksi etanol berbasis molase ditargetkan meningkat dari sekitar 80 juta liter menjadi 100 juta liter per tahun secara bertahap hingga September 2027.
Meski industri masih menghadapi tantangan berupa pelemahan harga etanol global dan ketidakpastian ekonomi akibat konflik di Timur Tengah, manajemen MOLI tetap optimistis terhadap prospek usaha tahun ini. Perseroan meyakini dapat mempertahankan kinerja positif sekaligus memitigasi berbagai faktor eksternal, termasuk risiko El Nino dan kenaikan harga bahan baku, melalui strategi ekspansi dan peningkatan efisiensi operasional. (end)
