LABA BERSIH TRIS TUMBUH 12,2% DI SEMESTER I-2026
Share via
Terbit Pada
05 August 2026
Saham Terkait
Terakhir diperbarui: 10-07-2026, 12:01:am
21639393
IQPlus, (5/8) - Trisula Grup yang dikendalikan oleh PT Trisula International Tbk (TRIS), Perusahaan publik yang beroperasi di sektor tekstil dan garmen, menutup paruh pertama tahun 2026 dengan catatan kinerja yang impresif. Perseroan membukukan laba bersih Rp57,9 miliar, melampaui ekspektasi dengan pertumbuhan 12,2% secara tahunan, seiring penjualan yang mencapai Rp889,6 miliar atau tumbuh 15,9% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Dalam siarn pers TRIS (5/8) Capaian ini menegaskan posisi TRIS sebagai salah satu pemain tekstil dan garmen yang tangguh di tengah tantangan industri tekstil saat ini.
Pendorong utama dari pertumbuhan ini adalah pasar ekspor yang melonjak signifikan. Sepanjang semester pertama 2026, TRIS mencatatkan nilai ekspor sebesar Rp530,5 miliar, meningkat 20,3% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang hanya sebesar Rp440,8 miliar. Dengan capaian tersebut, pasar ekspor kini berkontribusi sebesar 60% terhadap total penjualan Perseroan. Sementara pasar domestik berkontribusi dengan nilai penjualan hanya Rp359,1 miliar.
"Di tengah dinamika geopolitik global, kami berhasil menjaga ketahanan kinerja ekspor berkat diversifikasi pasar ekspor dan memaksimalkan perjanjian dagang yang dimiliki pemerintah Indonesia, sehingga permintaan tetap stabil dan basis pasar terus meluas. TRIS bisa memenuhi pesanan dari segmen pelanggan yang menekankan konsistensi kualitas, fleksibilitas produksi, serta kemampuan multi-skill dalam proses manufaktur." ujar Direktur Utama TRIS, Widjaya Djohan
Dari sisi segmen usaha, Manufaktur tampil sebagai tulang punggung pertumbuhan kinerja Perseroan. Segmen ini berkontribusi sebesar 65% terhadap total pendapatan, dengan perolehan Rp703,8 miliar atau naik 13,9% YoY.
Diikuti oleh segmen Distribusi yang mencatatkan raihan positif Rp203,43 miliar, naik 42,5% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Selain itu, segmen Seragam juga menunjukkan peningkatan yang solid, tumbuh 37,9% YoY menjadi Rp89,5 miliar. Kemudian segmen ritel yang dihadapkan dengan tantangan daya beli membukukan Rp79,3 miliar.
Sementara itu, dalam laporan keuangan periode ini, TRIS mencatatkan tambahan segmen usaha baru, yaitu perhotelan, sejalan dengan aksi korporasi yang telah dilakukan. Penambahan segmen ini juga mencerminkan perkembangan peran TRIS sebagai holding Company dengan portofolio bisnis yang semakin beragam.
Pada periode ini, segmen perhotelan mencatatkan pendapatan sebesar Rp7,6 miliar. Di tengah semakin beragamnya portofolio bisnis, TRIS tetap memperkuat kinerja dari bisnis garmen dan tekstil yang selama ini menjadi fondasi utama Perseroan.
Pada periode ini, keberhasilan TRIS dalam mempertahankan kinerja yang solid tidak terlepas dari pendekatan bisnis yang berbeda dibandingkan pemain tekstil lain. Alih-alih mengandalkan pesanan massal, TRIS justru menawarkan fleksibilitas dengan kemampuan memproduksi sesuai kebutuhan spesifik pelanggan, bahkan untuk tingkat kesulitan tertentu. Fleksibilitas dan kustomisasi inilah yang menjadi pembeda utama, karena TRIS mampu menciptakan produk dengan karakteristik, fungsi, dan keunikan tersendiri tanpa mengorbankan kualitas tinggi yang menjadi ciri khas Perseroan.
Untuk menjaga daya saing di tengah persaingan industri yang ketat, TRIS terus menggalakkan inovasi. Keunggulan ini didukung oleh tim riset dan pengembangan (R&D) yang profesional di bidangnya serta platform Trisula Innovation Center (TIC) yang memperkuat kemampuan teknis Perseroan. Secara strategis, TRIS juga senantiasa menjajaki peluang di pasar-pasar baru dengan potensi pertumbuhan, sembari tetap menjaga dan memperkuat hubungan dengan pelanggan eksisting.
Pendekatan ini memungkinkan Perseroan menjaga stabilitas permintaan sekaligus memperluas basis pasar secara berkelanjutan.
Ke depan, TRIS menerapkan strategi yang berfokus pada peningkatan efisiensi operasional dan penguatan portofolio produk bernilai tinggi. Perseroan telah mengalokasikan belanja modal atau capex sebesar Rp35 miliar, yang terutama akan dimanfaatkan untuk peremajaan mesin dan renovasi fasilitas guna mendukung efisiensi produksi. Dengan fondasi yang kuat dan strategi yang terarah, TRIS berharap dapat menjaga kinerja positif yang telah diraih hingga akhir tahun. (end)
Riset Terkait
Berita Terkait
