BCA Sekuritas
langid
Berita Harian

KINERJA KEUANGAN MD ENTERTAINMENT MEMBAIK DI SEMESTER I 2026

Terbit Pada

31 July 2026

Saham Terkait

Terakhir diperbarui: 29-07-2026, 03:30:pm

21133915

IQPlus (31/7) - PT MD Entertainment Tbk (FILM) mencatat perbaikan kinerja keuangan pada semester I 2026 dengan berhasil membalikkan kondisi rugi menjadi laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk, meskipun pendapatan mengalami penurunan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian Jumat, pendapatan bersih Perseroan pada semester I 2026 tercatat sebesar Rp288,38 miliar, turun sekitar 5,27% dibandingkan Rp304,44 miliar pada semester I 2025.

Di sisi lain, beban pokok pendapatan meningkat tipis menjadi Rp137,79 miliar dari Rp136,48 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Seiring penurunan pendapatan tersebut, laba bruto turun menjadi Rp150,59 miliar, dibandingkan Rp167,96 miliar pada semester I 2025.

Meski demikian, Perseroan berhasil meningkatkan profitabilitas operasional. Beban usaha turun signifikan menjadi Rp134,26 miliar dari Rp170,27 miliar, sehingga Perseroan membukukan laba usaha sebesar Rp16,33 miliar, berbalik dari rugi usaha Rp2,31 miliar pada semester I 2025.

Perbaikan tersebut juga tercermin pada laba sebelum pajak yang mencapai Rp19,04 miliar, dibandingkan rugi sebelum pajak sebesar Rp68,92 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya usai penghasilan lain-lain neto diraih Rp2,70 miliar dari beban lain-lain neto Rp66,60 miliar tahun sebelumnya.

Setelah memperhitungkan beban pajak, laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat sebesar Rp10,64 miliar, berbalik dari rugi Rp41,43 miliar pada semester I 2025 dan laba per saham dasar meningkat menjadi Rp0,98 per saham, dari posisi rugi Rp4,19 per saham pada semester I 2025.

Dari sisi posisi keuangan, hingga 30 Juni 2026 total aset Perseroan tercatat sebesar Rp3,77 triliun, meningkat dari Rp3,75 triliun pada akhir 2025. Sementara itu, total liabilitas naik menjadi Rp588,51 miliar dibandingkan Rp561,98 miliar pada 31 Desember 2025, sedangkan total ekuitas meningkat menjadi Rp3,19 triliun dari Rp3,18 triliun pada akhir tahun lalu. (end)