BCA Sekuritas
langid
Berita Harian

KIJA RAIH PENDAPATAN RP2,4 TRILIUN DI SEMESTER I 2026

Terbit Pada

03 August 2026

Saham Terkait

Terakhir diperbarui: 29-07-2026, 03:31:pm

21427908

IQPlus, (3/8) - PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (Jababeka) atau Perseroan IDX: KIJA) hari ini mengumumkan laporan keuangan konsolidasian untuk enam bulan yang berakhir pada 30 Juni 2026 (1H26).

Perseroan membukukan pendapatan konsolidasian sebesar Rp2.436,5 miliar pada semester pertama 2026 (1H26), turun 11% dibandingkan Rp2.726,4 miliar pada semester pertama 2025 (1H25), serta mencatat rugi bersih sebesar Rp6,4 miliar, dibandingkan laba bersih sebesar Rp627,6 miliar pada 1H25. Rugi bersih tersebut terutama disebabkan oleh beban non-operasional yang bersifat satu kali (one-off) terkait refinancing Senior Notes Perseroan menjadi pinjaman bank, yang meliputi rugi selisih kurs, biaya penghentian instrumen derivatif (lindung nilai/hedging), serta beban amortisasi yang dipercepat terkait Senior Notes yang jatuh tempo pada tahun 2027.

Biaya-biaya tersebut merupakan konsekuensi dari langkah strategis Perseroan dalam melakukan refinancing atas Senior Notes berdenominasi Dolar AS menjadi fasilitas pinjaman bank dalam mata uang Rupiah, yang diharapkan memberikan manfaat keuangan jangka panjang meskipun berdampak sementara terhadap kinerja keuangan Perseroan periode berjalan.

Refinancing dan pelunasan Senior Notes yang jatuh tempo pada tahun 2027 merupakan langkah strategis Perseroan untuk memperkuat struktur permodalan dan profil keuangannya. Transaksi ini memperpanjang jatuh tempo utang melalui fasilitas pinjaman baru bertenor 15 tahun, menyelesaikan refinancing secara proaktif lebih dari 18 bulan sebelum jatuh tempo, memperkuat likuiditas dan fleksibilitas keuangan, mengurangi risiko nilai tukar melalui penyelarasan mata uang pembiayaan dengan mata uang pelaporan Perseroan, serta menurunkan risiko refinancing di tengah volatilitas pasar.

Di luar pos-pos yang bersifat non-berulang tersebut, Perseroan tetap membukukan laba operasional, sebesar Rp524,0 miliar pada 1H26, dibandingkan Rp822,8 miliar pada 1H25. Penurunan laba operasi selama semester pertama tersebut terutama disebabkan oleh lebih rendahnya pengakuan pendapatan dari penjualan lahan industri akibat perbedaan waktu pengakuan pendapatan di Kendal, sementara fundamental bisnis Perseroan tetap solid. Pilar Infrastruktur terus menunjukkan

pertumbuhan dengan kenaikan pendapatan sebesar 15% dibandingkan tahun sebelumnya, sehingga meningkatkan kontribusi pendapatan berulang menjadi 57% dari total pendapatan konsolidasian, dibandingkan 45% pada 1H25. Hal ini mencerminkan semakin besarnya kontribusi bisnis infrastruktur dan sumber pendapatan berulang Perseroan terhadap struktur pendapatan yang lebih seimbang dan tangguh. (end)