BCA Sekuritas
langid
Berita Harian

KEMNAKER GANDENG MICROSOFT-GREATNUSA PERKUAT BURSA KERJA BERBASIS AI

Kategori

Ekonomi Bisnis

Terbit Pada

28 July 2026

20858163

IQPlus, (28/7) - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menggandeng Microsoft, Universitas Bina Nusantara (Binus University), dan GreatNusa memperluas bursa kerja berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dalam mempertemukan pencari kerja dengan kebutuhan industri nasional.

"Jadi pagi ini kita ada acara kolaborasi dengan Great Nusa dan Microsoft terkait dengan online job fair (pameran kesempatan kerja). Dan kemudian boosting terkait dengan knowledge dan skill tentang AI (artificial intelligence/kecerdasan buatan)," kata Menteri Ketenagakerjaan Yassierli di Jakarta, Selasa.

Yassierli menyampaikan kolaborasi tersebut dilakukan dalam Pameran Kesempatan Kerja atau Job Fair bertajuk AI Career Boost Day 2026 yang berlangsung di Kantor Kembaker Jakarta sebagai penguatan kompetensi para pencari kerja nasional.

Menurutnya, kebutuhan industri terhadap tenaga kerja yang menguasai kecerdasan buatan terus meningkat sehingga Indonesia harus bergerak cepat menyiapkan sumber daya manusia (SDM) berdaya saing menghadapi perubahan teknologi global.

Ia mencontohkan peningkatan rekrutmen talenta digital dan kecerdasan buatan di Hyderabad, India mencapai 11 persen sehingga menjadi gambaran besarnya kebutuhan industri terhadap kompetensi tersebut saat ini.

Yassierli mengatakan Microsoft telah memberikan pelatihan keterampilan digital kepada sekitar 50 ribu orang sehingga kolaborasi antarlembaga perlu terus diperluas guna mempercepat peningkatan kompetensi angkatan kerja Indonesia.

Kementerian Ketenagakerjaan juga memanfaatkan 43 balai pelatihan di Indonesia sebagai modal utama meningkatkan keterampilan tenaga kerja melalui pembelajaran praktis, konvensional, digital, hingga kompetensi berbasis teknologi yang berkembang.

Selain melalui balai pelatihan, peningkatan kompetensi juga dilakukan secara daring agar masyarakat memiliki akses lebih luas mengikuti pelatihan sesuai perkembangan kebutuhan industri dan transformasi digital nasional berkelanjutan.

Yassierli menjelaskan penyelenggaraan bursa kerja secara daring menjadi inovasi pemerintah agar pencari kerja dapat mengakses lowongan pekerjaan tanpa harus menghadiri kegiatan rekrutmen secara langsung pada lokasi tertentu.

Menurutnya, pelaksanaan job fair daring kali ini difokuskan pada peluang kerja dan peningkatan keterampilan kecerdasan buatan sebagai respons terhadap kebutuhan industri yang semakin membutuhkan talenta digital kompeten nasional.

"Nah untuk job fair ini juga merupakan sebuah inisiatif kita untuk bisa dilaksanakan secara online, jadi tidak harus kemudian dibuat di satu tempat mengundang sekian banyak orang dan seterusnya. Terutama tentu juga terkait dengan spesifik hari ini dan besok adalah skill-skill terkait dengan AI," bebernya.

Kementerian Ketenagakerjaan terus mengembangkan platform Siap Kerja dengan menghubungkannya kepada semakin banyak perusahaan agar memperluas kesempatan kerja sekaligus mempertemukan pencari kerja dengan kebutuhan industri secara efektif. (end/ant)