KEMENTAN TEGASKAN INDUSTRI SAWIT TERAPKAN PRINSIP KEBERLANJUTAN
Share via
Kategori
Ekonomi Bisnis
Terbit Pada
24 April 2026
11346748
IQPlus, (24/4) - Kementerian Pertanian (Kementan) menegaskan industri sawit di tanah air telah menerapkan prinsip keberlanjutan dan ramah lingkungan sesuai tuntutan pasar global terhadap komoditas perkebunan tersebut.
Direktur Hilirisasi Hasil Perkebunan Ditjen Perkebunan, Kementerian Pertanian Kuntoro Boga Andri menyatakan lahan sawit bukan deforestasi karena para pelaku industri sawit wajib memperoleh sertifikasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) sesuai dengan Permentan Nomor 33 Tahun 2025 di mana di dalamnya mengatur aspek lingkungan serta tata kelola lahan secara legal.
"Standar yang kita berikan bisa diakui oleh negara lain. Sebagai produsen sawit terbesar dunia, pada dasarnya kita memiliki nilai keberlanjutan yang sama secara universal. Sawit ramah terhadap lingkungan yang kita pijaki dan memberikan dampak positif pada lingkungan dan keberlanjutan," ujar dia dalam keterangannya di Jakarta, Jumat.
Dia menyebutkan ada kontribusi yang sangat kuat sawit untuk energi dan pangan, apalagi Indonesia akan masuk B50 yakni penggunaan minyak sawit sebesar 50 persen untuk bahan bakar nabati atau biofuel pada Juli 2025.
Dalam konteks global, tambahnya, sawit Indonesia memiliki kontribusi sebanyak 62 persen dalam pasokan sawit dunia dan memiliki kontribusi lebih dari 54 persen dibandingkan minyak nabati dunia karena produktivitas sawit sendiri lebih besar 5-10 persen dibandingkan minyak nabati lainnya.
Sementara itu, data publikasi statistik Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian menyebutkan Indonesia memiliki luas areal kelapa sawit terbesar dunia yang mencapai 16,83 juta hektare (data 2025 dan 2026).
Selain menjadi penyumbang devisa non migas terbesar dengan nilai sekitar Rp 440 triliun pada 2024, industri sawit telah menyediakan lapangan kerja bagi 16 juta orang serta menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi lokal dengan kewirausahaan berbasis komoditas perkebunan.
"Jadi sawit merupakan komoditas strategis nasional yang memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian Indonesia,tak hanya pangan tetapi juga energi," katanya saat memberikan pemaparan dalam "1st International Environment Forum 2026: Sawit Merusak Lingkungan?". (end/ant)
Riset Terkait
Berita Terkait
