BCA Sekuritas
langid
Berita Harian

KEMENPERIN RESPONS CEPAT INSIDEN DI PT RAW BOTANICAL NUSANTARA

Kategori

Ekonomi Bisnis

Terbit Pada

03 July 2026

18337839

IQPlus, (3/7)- Kementerian Perindustrian (Kemenperin) bergerak cepat merespons insiden ledakan dan kebakaran yang terjadi di fasilitas produksi PT Raw Botanical Nusantara, perusahaan pengolahan herbal (herb infusion) yang berlokasi di Kawasan Industri Candi, Kota Semarang, Jawa Tengah. Peristiw yang terjadi pada Rabu (1/7) sekitar pukul 09.30 WIB tersebut langsung ditindaklanjuti melalui koordinasi dengan pihak Perusahaan dan instansi terkait.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan keprihatinan yang mendalam atas musibah tersebut, khususnya atas jatuhnya korban jiwa dan luka-luka. Kemenperin memastikan bahwa keselamatan kerja merupakan prioritas utama yang tidak dapat ditawar dalam operasional industri.

"Kami menyampaikan belasungkawa dan duka cita yang mendalam kepada keluarga korban yang meninggal dunia, serta mendoakan para pekerja yang mengalami luka-luka agar segera pulih. Kejadian ini menjadi alarm keras bagi sektor industri untuk terus memperketat implementasi standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), khususnya pada penggunaan mesin-mesin industri dengan risiko atau tekanan tinggi," ujar Menperin dalam keterangannya di Jakarta (3/7).

Menindaklanjuti kejadian tersebut, Menperin telah menginstruksikan Plt. Direktur Jenderal Industri Agrountuk segera menerjunkan Tim Pengawasan dan Pengendalian (Wasdal) ke lokasi kejadian. Langkah ini dilakukan guna melakukan verifikasi lapangan, mengumpulkan informasi secara komprehensif, serta berkoordinasi dengan aparat penegak hukum, pemerintah daerah, dan pihak perusahaan dalam proses investigasi.

Berdasarkan laporan kronologi awal, indikasi overheat pada mesin produksi bertekanan tinggi mulai terlihat pada pukul 09.30 WIB, yang kemudian disusul oleh ledakan tabung sterilisasi di ruang produksi bagian belakang sekitar pukul 09.45 hingga 09.56 WIB. Ledakan tersebut memicu kebakaran dan meruntuhkan sebagian struktur bangunan sebelum akhirnya berhasil dipadamkan oleh petugas pemadam kebakaran pada pukul 12.00 WIB.

Insiden ini mengakibatkan satu orang pekerja meninggal dunia atas nama Muhammad Bryan Febryantoro, warga Mranggen, Demak, serta tujuh pekerja lainnya mengalami luka bakar ringan hingga sedang. Seluruh korban telah dievakuasi dan mendapatkan penanganan medis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Adhyatma, MPH.(end)