BCA Sekuritas
langid
Berita Harian

KEMENDAG DORONG WIRAUSAHA MUDA KAMPUS SUMSEL SIAP JADI EKSPORTIR

Kategori

Ekonomi Bisnis

Terbit Pada

06 August 2026

21751942

IQPlus, (6/8) - Kementerian Perdagangan terus mendorong lahirnya generasi muda yang mampu menjadi wirausaha berdaya saing global melalui penguatan ekosistem kewirausahaan berbasis kampus. Komitmen tersebut ditegaskan Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri secara daring dalam Pelantikan Akbar Himpunan Pengusaha Muda Indonesia HIPMI Perguruan Tinggi (HIPMI PT) se-Sumatra Selatan yang diselenggarakan di Ballroom Kantor OJK Provinsi Sumatra Selatan, Palembang, Selasa (5/8).

"Pelantikan ini bukan sekadar pergantian kepengurusan, tetapi merupakan awal dari sebuah tanggung jawab untuk melahirkan lebih banyak pemimpin muda, inovator, dan calon pengusaha yang mampu membawa Indonesia makin maju dan berdaya saing di pasar global. Dengan kata lain, generasi muda menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi. Semangat tersebut sejalan dengan komitmen Kementerian Perdagangan dalam membangun ekosistem ekspor yang inklusif dan berkelanjutan," ujar Wamendag Roro.

Menurut Wamendag, di tengah dinamika perdagangan global yang makin kompetitif, Indonesia membutuhkan makin banyak generasi muda yang tidak hanya berani memulai usaha, tetapi juga memiliki visi membawa produk Indonesia ke pasar dunia. Untuk itu, Kementerian Perdagangan terus memperkuat Program Campuspreneur sebagai wadah pembinaan wirausaha muda berbasis kampus yang berorientasi ekspor sejak dini.

"Kami ingin mahasiswa tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga menjadi pencipta lapangan kerja, inovator, dan eksportir masa depan. Kementerian Perdagangan akan terus membuka ruang kolaborasi melalui berbagai program pengembangan ekspor, pelatihan, penjajakan bisnis (business matching), promosi dagang, hingga pemanfaatan berbagai perjanjian perdagangan internasional agar makin banyak pelaku usaha muda Indonesia yang mampu menjadi eksportir baru," tambahnya.

Turut hadir dalam pelantikan yaitu Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Fajarini Puntodewi, Gubernur Sumatra Selatan Herman Deru, Sekretaris Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Sugih Rahmansyah, pimpinan perguruan tinggi, pengurus HIPMI Perguruan Tinggi se-Sumatra Selatan, serta ratusan mahasiswa.

Pada kesempatan tersebut, Dirjen PEN Fajarini Puntodewi mengajak mahasiswa memanfaatkan masa kuliah sebagai momentum membangun usaha yang inovatif, adaptif, dan memiliki orientasi ekspor. "Indonesia membutuhkan lebih banyak wirausaha muda yang tidak hanya berani memulai usaha, tetapi juga memiliki orientasi global. Kampus merupakan tempat terbaik untuk membangun kreativitas, jejaring, dan inovasi. Melalui HIPMI PT, kami berharap makin banyak usaha mahasiswa yang tumbuh menjadi eksportir masa depan," ujar Puntodewi.

Puntodewi menjelaskan, perkembangan teknologi digital telah membuka peluang bagi pelaku usaha untuk menjangkau pasar dunia dengan lebih mudah. Oleh karena itu, mahasiswa perlu membangun literasi digital, kemampuan berpikir kritis, serta jejaring yang kuat sebagai fondasi membangun usaha yang tangguh.

Sebagai bentuk dukungan terhadap lahirnya eksportir baru, Kementerian Perdagangan menghadirkan berbagai program pengembangan ekspor, antara lain UMKM Berani Adaptasi, Siap Adaptasi (BISA) Ekspor, Desa BISA Ekspor, Kemitraan UMKM, dan Campuspreneur. Program-program tersebut memberikan pendampingan mulai dari pengembangan produk, peningkatan kapasitas, desain dan penjenamaaan (branding), sertifikasi, promosi, business matching, hingga akses pasar internasional melalui 46 perwakilan perdagangan Indonesia di luar negeri.

Menurut Ketua Badan Semi-Otonom Sektor Ekspor Impor BPD HIPMI Sumatra Selatan Muhammad Syahrafiuddin, Campuspreneur memberikan manfaat yang sangat besar bagi pelaku usaha di Sumatra Selatan karena menjadi jembatan antara dunia akademik dengan dunia industri. Selama ini, banyak mahasiswa memiliki ide dan semangat berwirausaha, namun masih minim pengalaman dalam membangun bisnis yang berkelanjutan. Melalui program ini, pelaku usaha dapat berbagi pengalaman nyata, menjadi mentor, sekaligus membuka peluang kolaborasi bisnis.

"Harapan saya, Campuspreneur tidak berhenti pada pelatihan atau seminar saja, tetapi memiliki pendampingan yang berkelanjutan hingga peserta benar-benar mampu membangun usahanya. Selain itu, perlu diperkuat akses terhadap pembiayaan, inkubasi bisnis, jejaring industri, dan akses pasar, termasuk pasar ekspor. Dengan demikian, makin banyak perusahaan rintisan dan UMKM baru yang lahir dari kampus, makin membuka lapangan kerja, dan pada akhirnya, berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi Kota Palembang dan Sumatra Selatan. Menciptakan wirausaha baru dimulai dari perguruan tinggi akan dapat membuat perubahan dan dampak besar bagi Indonesia sebagaimana mahasiswa adalah agen perubahan," urai Syahrafiuddin. (end)