BCA Sekuritas
langid
Berita Harian

KEBIJAKAN STRATEGIS PEMERINTAH TOPANG KENAIKAN PMI MANUFAKTUR NASIONAL

Kategori

Ekonomi Bisnis

Terbit Pada

04 August 2026

21533682

IQPlus, (4/8) - Sektor industri manufaktur Indonesia kembali menunjukkan geliat positif dan memasuki zona ekspansi pada awal kuartal III-2026. Berdasarkan rilis S&P Global, Indeks Manajer Pembelian (Purchasing Managers' Index/PMI) Manufaktur Indonesia bulan Juli 2026 berada di level 50,2, melonjak signifikan dari posisi 46,9 pada bulan Juni 2026.

Capaian ini menandai pemulihan operasional industri nasional yang ditopang oleh kembali meningkatnya volume produksi (output) untuk pertama kalinya sejak Februari 2026, stabilisasi pesanan baru, serta tumbuhnya kembali penyerapan tenaga kerja setelah empat bulan sebelumnya mengalami penurunan.

Juru Bicara Kementerian Perindustrian Febri Hendri Antoni Arif menyatakan, kembalinya PMI Manufaktur ke zona ekspansif mencerminkan menguatnya kepercayaan pelaku usaha dan resiliensi sektor industri di tengah dinamika biaya bahan baku dan ketidakpastian global.

"Kami menyambut baik kembalinya PMI Manufaktur Indonesia ke level ekspansif 50,2 pada Juli 2026. Kenaikan 3,3 poin dari bulan Juni ini mengonfirmasi bahwa roda produksi industri pengolahan kembali bergerak cepat. Peningkatan output dan tumbuhnya lapangan kerja baru memperlihatkan bahwa kepercayaan konsumen serta permintaan pasar domestik terus membaik," ujar Febri di Jakarta, Senin (3/8).

Indikator PMI Manufaktur Indonesia Juli 2026 berada pada angka 50,2, meningkat dibandingkan bulan sebelumnya pada Juni 2026 yaitu 46,9. Kenaikan ini ditopang oleh output produksi yang mengalami kenaikan kembali untuk pertama kalinya sejak Februari 2026.

Selain itu, permintaan baru juga turut menjadi penopang kenaikannya PMI Juli 2026, karena mengalami stabilisasi seiring menguatnya kepercayaan klien dan peluncuran proyek-proyek baru. Penyerapan tenaga kerja pun kembali meningkat (job growth) setelah 4 bulan berturut-turut mengalami penyesuaian. (end)