KEBIJAKAN DIVERSIFIKASI PRODUK, ANGKAT PENJUALAN KOBEXINDO DI SEMESTER I
Share via
Terbit Pada
03 August 2026
Saham Terkait
Terakhir diperbarui: 29-07-2026, 03:30:pm
21427634
IQPlus, (3/8) - PT Kobexindo Tractors Tbk (BEI: KOBX) penyedia alat berat terintegrasi berhasil membukukan pertumbuhan pendapatan sebesar 13,2% pada Triwulan II 2026 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, menjadi Rp1,02 triliun.
Pertumbuhan ini terutama ditopang oleh penjualan unit alat berat yang melonjak 47% yoy. Pencapaian tersebut mencerminkan strategi Perseroan dalam melakukan diversifikasi produk, baik dari sisi tipe maupun brand, dengan fokus pada penetrasi brand asal Tiongkok yang menawarkan harga kompetitif dan mampu menjangkau pasar yang lebih luas.
Direktur Utama PT Kobexindo Tractors Tbk Andry B. Limawan menjelaskan, strategi diversifikasi ini kami lakukan untuk beradaptasi dengan kebutuhan dan permintaan pasar alat berat nasional. Kebijakan ini juga memperkuat jajaran produk alat berat berkualitas yang kami tawarkan yang didukung oleh kesediaan suku cadang dan dukungan layanan perawatan dan perbaikan.
Kobexindo saat ini memiliki empat segmen bisnis utama yakni Penjualan Unit Alat Berat, yang terbagu menjadi alat berat pertambangan dan non pertambangan, kemudian Penjualan Suku Cadang, Layanan Jasa Perbaikan dan Kontraktor Pertambangan serta pendapatan Sewa yang terbagi menjadi Sewa Alat Berat dan Sewa Perkantoran (ruang perkantoran pada Kobexindo Tower).
Segmen Penjualan Unit Alat Berat menjadi motor utama pertumbuhan dengan kontribusi 70,7% terhadap pendapatan konsolidasi. Kontribusi segmen ini naik signifikan dari 54,4% pada periode sebelumnya.
Andry B. Limawan menambahkan, salah satu alat berat dengan tingkat permintaan yang tinggi adalah Dump Truack Hybrid dari Tonly. Sejak tahun lalu dipasarkan, kami terus mendapatkan permintaan dari konsumen kami. Mereka tertarik karena system hybrid yang ditenagai listrik dan solar tersebut dalam memangkas biaya operasional sebesar 30-40%.
Segmen dengan kontribusi terbesar kedua adalah segmen Penjualan Suku Cadang. Segmen ini berkontribusi sebesar 14,10% terhadap pendapatan konsolidasian. Dimana pada enam bulan pertama 2026 tercatat sebesar Rp144,04 miliar, terkoreksi 26,60% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp196,15 miliar.
Sedangkan segmen terbesar ketiga adalah segmen Sewa dengan total Rp84,07 miliar pada per akhir Juni 2026 lalu. Sewa Alat berat tercatat meraup pendapatan sebesar Rp79,70 miliar, meningkat 14% dibandingkan pencapaian tahun sebelumnya. Sedangkan Sewa Bangunan tercatat Rp4,37 miliar, terkoreksi 23,10% dibandingkan tahun lalu.
Adapun segmen Jasa Perbaikan dan Kontraktor pertambangan berkontribusi sebesar 7% dengan pendapatan enam bulan pertama 2026 sebesar Rp70,97 miliar.
Pencapaian tersebut berdampak positif pada posisi Laba Kotor Perseroan pada Semester I 2026. Laba Kotor tumbuh 41% yoy menjadi Rp174,8 miliar, menunjukkan perbaikan margin meski beban pokok naik 8,8%.
"Kami akan terus mengoptimalkan peluang dengan menjual produk alat berat untuk kebutuhan pertambangan maupun non-pertambangan. Di tengah kondisi penuh tantangan, kami berkomitmen memperluas diversifikasi produk dan memperkuat layanan purna jual, termasuk memperbesar portofolio brand Tiongkok yang menawarkan harga kompetitif. Strategi ini diharapkan menjaga momentum pertumbuhan penjualan sekaligus memperkuat daya saing Perseroan di pasar domestik," ujar Andry B. Limawan dalam keterangan pers. (end)
Riset Terkait
Berita Terkait
