KADIN BIDIK PENGUATAN PERDAGANGAN DAN INVESTASI DENGAN SRI LANKA
Share via
Kategori
Ekonomi Bisnis
Terbit Pada
23 July 2026
20333707
IQPlus, (23/7) - amar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia membidik penguatan hubungan perdagangan dan investasi dengan Sri Lanka melalui peningkatan kerja sama antar dunia usaha.
Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Bakrie mengatakan Indonesia dan Sri Lanka memiliki hubungan persahabatan yang telah terjalin sejak lama.
"Secara historis, kalau kita ingat Konferensi Asia-Afrika hingga Gerakan Non-Blok, Sri Lanka merupakan salah satu pelopor bersama Indonesia. Selain itu, hubungan people-to-people kedua negara juga sudah terjalin sejak lama," ujar Anindya atau Anin sapaan akrabnya dalam keterangan di Jakarta, Kamis.
Adapun langkah tersebut dibahas dalam pertemuan dirinya dengan Duta Besar Republik Sosialis Demokratik Sri Lanka untuk Indonesia dan ASEAN Shashikala Premawardhana di Jakarta, Rabu (22/7) guna membahas peluang hubungan bisnis Indonesia-Sri Lanka, termasuk penguatan kerja sama perdagangan, investasi, serta pembentukan forum bisnis kedua negara.
Menurut Anin, kunjungan Dubes Sri Lanka menjadi momentum untuk memastikan hubungan antar-dunia usaha atau business-to-business (B2B) dapat berjalan seiring dengan hubungan antar-pemerintah yang selama ini telah terjalin baik.
Ia menyebut nilai perdagangan Indonesia-Sri Lanka saat ini masih memiliki ruang untuk ditingkatkan, sekaligus mendorong keseimbangan neraca perdagangan kedua negara.
"Nilai perdagangan Indonesia-Sri Lanka saat ini sekitar 500-600 juta dolar AS per tahun. Tantangannya adalah bagaimana kita bisa meningkatkannya dan juga membuat neraca perdagangan menjadi lebih berimbang," kata Anin.
Selain sektor perdagangan, Kadin Indonesia dan Sri Lanka juga membahas peluang peningkatan investasi. Anin menyampaikan terdapat sejumlah proyek di Sri Lanka yang berpotensi menarik bagi pelaku usaha Indonesia untuk memperluas kerja sama.
Kerja sama tersebut dapat diwujudkan melalui berbagai skema, mulai dari kolaborasi antar-kamar dagang kedua negara, pembentukan High Level Business Council, hingga kemitraan langsung antar pelaku usaha.
"Kadin Indonesia tentu dengan senang hati akan mempelopori sekaligus memfasilitasi berbagai bentuk kerja sama tersebut," kata Anin.
Sementara itu, Duta Besar Republik Sosialis Demokratik Sri Lanka untuk Indonesia dan ASEAN Shashikala Premawardhana mengatakan kunjungannya bertujuan mempererat hubungan bisnis kedua negara yang telah memiliki ikatan sejarah panjang.
Shashikala menambahkan, dirinya dengan Kadin Indonesia sepakat menghidupkan kembali berbagai inisiatif kerja sama yang sebelumnya telah dibahas, termasuk pembentukan Indonesia-Sri Lanka Business Council, serta mengaktifkan kembali nota kesepahaman (MoU) antara Kadin Indonesia dan Ceylon Chamber of Commerce.
Selain itu, kedua negara juga akan meningkatkan partisipasi dalam berbagai kegiatan promosi dagang. Sri Lanka juga mengundang Kadin Indonesia untuk berpartisipasi dalam Sri Lanka Expo yang akan diselenggarakan pada Januari mendatang. (end/ant)
Riset Terkait
Berita Terkait
