BCA Sekuritas
langid
Berita Harian

JAGA STABILITAS PASAR, BRI SIAPKAN RP500 MILIAR UNTUK AKSI BUYBACK SAHAM

Terbit Pada

12 June 2026

Saham Terkait

Terakhir diperbarui: 19-06-2026, 10:31:am

16255077

IQPlus, (12/6) - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) resmi mengumumkan rencana aksi korporasi untuk melakukan pembelian kembali (buyback) saham Perseroan yang tercatat di PT Bursa Efek Indonesia (BEI). Langkah strategis ini diambil sebagai respons atas kondisi pasar modal yang tengah mengalami fluktuasi secara signifikan. Aksi korporasi ini ditujukan untuk menjaga kinerja dan memperkuat stabilitas pasar modal tanah air.

Pelaksanaan buyback saham ini didasarkan pada regulasi ketat, mengacu pada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 13 Tahun 2023 serta Surat OJK No.S-10/D.04/2026 tertanggal 13 Maret 2026. Emiten perbankan plat merah ini mengalokasikan dana segar dari kas internal dengan nilai total seluruh buyback diperkirakan sebesar-besarnya Rp500.000.000.000 (lima ratus miliar rupiah).

Sesuai jadwal yang telah ditentukan, perkiraan periode pelaksanaan buyback akan berlangsung selama tiga bulan, terhitung sejak keterbukaan informasi diterbitkan pada 12 Juni 2026 hingga berakhir pada 11 September 2026. Manajemen BRI menegaskan bahwa pembelian saham akan dilakukan melalui satu anggota bursa efek secara bertahap maupun sekaligus, dengan tetap memperhatikan kondisi likuiditas, permodalan, serta peraturan perundangan yang berlaku.

Dari sisi aspek finansial, perkiraan nilai buyback sebesar Rp500 miliar tersebut belum termasuk biaya-biaya pendukung lainnya seperti komisi perantara pedagang efek. Manajemen mengestimasikan biaya tambahan tersebut sebanyak-banyaknya sebesar 0,30% dari perkiraan nilai total buyback. Kendati demikian, keseluruhan jumlah saham hasil pembelian kembali (treasury stock) dipastikan tidak akan melebihi batasan maksimal 10% dari modal yang ditempatkan di perseroan.

Penggunaan kas internal untuk mendanai aksi korporasi ini diproyeksikan akan menurunkan total aset dan ekuitas BRI masing-masing sebesar Rp500 miliar. Berdasarkan laporan keuangan konsolidasi per 31 Maret 2026, total aset perseroan diperkirakan terkoreksi dari Rp2.249.834 miliar menjadi Rp2.249.334 miliar secara proforma. Pada saat yang sama, total ekuitas perusahaan juga mengalami penyesuaian dari Rp345.062 miliar menjadi Rp344.562 sub-miliar.

Meski terjadi penurunan pada pos aset dan ekuitas, manajemen BRI memastikan langkah ini tidak akan berdampak negatif pada kelangsungan bisnis. Buyback 2026 dinilai tidak mengganggu pendapatan maupun biaya operasional perusahaan secara signifikan. Menariknya, analisis proforma menunjukkan indikator Laba Bersih per Saham (EPS) justru berpotensi merangkak naik sebesar Rp0,12, dari posisi semula Rp103,83 menjadi Rp103,95 per lembar saham.

Sebagai rencana tindak lanjut jangka panjang, saham-saham yang telah dibeli kembali dan berstatus sebagai treasury stock tersebut nantinya tidak akan dimusnahkan. BRI berencana mengalokasikan saham tersebut untuk program kepemilikan saham bagi Pekerja, Direksi, serta Dewan Komisaris Perseroan. Pengalihan saham program kepemilikan ini nantinya baru akan dieksekusi setelah mendapatkan persetujuan resmi melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).(end)