BCA Sekuritas
langid
Berita Harian

IRWAN HIDAYAT DORONG HILIRISASI JAMU LEWAT EDUKASI DAN AKSES RISET BAGI UMKM

Terbit Pada

23 July 2026

Saham Terkait

Terakhir diperbarui: 06-07-2026, 09:10:am

20349953

IQPlus, (23/7) - Direktur Utama PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk, Dr. (H.C.) Irwan Hidayat, menjadi pembicara dalam seminar Festival Jamu Nusantara 2026 yang merupakan bagian dari rangkaian Dies Natalis ke-64 Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) Yogyakarta, Jumat (17/7). Dalam kesempatan itu, Irwan memaparkan materi bertajuk Hilirisasi Jamu: dari Kekayaan Alam dan Tradisi menuju Pasar Global di hadapan ratusan peserta yang terdiri atas mahasiswa, pelaku UMKM, akademisi, komunitas, hingga tenaga kesehatan.

Dalam paparannya, Irwan mengatakan Indonesia memiliki kekayaan sumber daya alam yang dapat diolah menjadi produk herbal bernilai tambah. Menurutnya, pemanfaatan tanaman obat tidak hanya berpotensi meningkatkan nilai ekonomi, tetapi juga dapat menghasilkan produk yang bermanfaat dan praktis digunakan masyarakat. "Kekayaan alam kita dapat diolah agar bisa menjadi sesuatu yang bermanfaat," ujar Irwan.

Untuk mendukung proses hilirisasi jamu, Sido Muncul meluncurkan portal edukasi Sidoherbalpedia.com yang menghimpun hasil peninjauan literatur, uji praklinis, dan uji klinis terhadap sekitar 80 bahan baku jamu tradisional. Informasi yang tersedia mencakup berbagai tanaman herbal seperti mahkota dewa, daun katuk, daun salam, temulawak, dan kunyit, lengkap dengan morfologi, kandungan senyawa, mekanisme kerja, hingga referensi ilmiahnya.

Irwan menjelaskan portal tersebut dirancang untuk memudahkan masyarakat dan pelaku UMKM memperoleh informasi ilmiah mengenai tanaman obat tanpa harus melakukan penelitian dari awal. Dengan demikian, pelaku usaha dapat lebih fokus pada proses produksi yang baik tanpa terbebani biaya riset yang tinggi. "Saya membuat kumpulan perubahan bahan jamu, misalnya mahkota dewa, daun katuk, dan daun salam. Ini semua sudah ada uji preklinik dan uji kliniknya di dalam literatur. Saya membuat riset berdasarkan peninjauan literatur itu," katanya.

Menurut Irwan, Sidoherbalpedia bukan ditujukan sebagai referensi bagi kalangan dokter, melainkan sebagai sarana edukasi bagi masyarakat umum dan pelaku UMKM. Melalui portal tersebut, pengguna dapat mempelajari proses pengolahan, aspek keamanan, serta sumber pustaka dari setiap tanaman herbal sehingga lebih percaya diri dalam mengembangkan produk berbasis jamu.

Ia menambahkan pelaku usaha kecil tidak perlu mengulang penelitian yang telah tersedia karena hanya akan menghabiskan waktu dan biaya. Sementara itu, untuk penggunaan di kalangan medis, Irwan menjelaskan bahwa produk fitofarmaka tetap diperlukan sebagai dasar ilmiah agar dapat diresepkan oleh dokter. Adapun bagi masyarakat dan pelaku usaha, hasil penelitian yang telah dipublikasikan dinilai sudah dapat dimanfaatkan sebagai acuan dalam pengembangan produk herbal.

Irwan menilai keterbukaan akses terhadap hasil penelitian melalui Sidoherbalpedia juga membuka peluang bagi pengembangan jamu di pasar global. Menurutnya, siapa pun dapat memanfaatkan informasi tersebut untuk mengembangkan produk herbal tanpa harus menunggu dukungan dari industri farmasi berskala besar. "Cukup membaca informasi di Sidoherbalpedia.com, bisa mengetahui siapa penelitinya dan apa data pustakanya," ujar Irwan. (end)