IPCC TUMBUH 14,6%, PERKUAT PERAN STRATEGIS DI EKOSISTEM LOGISTIK NASIONAL
Share via
Terbit Pada
30 June 2026
Saham Terkait
Terakhir diperbarui: 22-06-2026, 09:22:am
18031430
IQPlus, (30/6) - PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IDX: IPCC), operator terminal kendaraan terbesar di Indonesia di bawah naungan PT Pelindo Multi Terminal, membuktikan bahwa transformasi operasional berbasis digitalisasi bukan sekadar agenda, melainkan penggerak pertumbuhan yang nyata.
Hingga memasuki bulan kedua kuartal II 2026, Branch Jakarta dan lima Terminal Satelit (konsolidasi) mencatat pertumbuhan kinerja operasional sebesar 14,6% untuk kargo CBU (kendaraan penumpang), alat berat, bus, dan truk. Capaian tersebut setara dengan tambahan lebih dari 64.525 unit secara year-on-year.
Selain itu, total ship calls di seluruh terminal IPCC hingga Mei 2026 mencapai 1.577 kunjungan kapal, meningkat 21,40% dibandingkan 1.299 ship calls pada periode yang sama tahun sebelumnya. Lonjakan ini mencerminkan semakin efisiennya layanan yang didukung digitalisasi serta kemampuan perusahaan dalam merespons kebutuhan pengguna jasa.
Pencapaian tersebut merupakan hasil konsistensi IPCC dalam mengintegrasikan teknologi digital ke seluruh rantai operasional terminal, mulai dari sistem perencanaan kapal, pengelolaan penempatan kargo di lapangan, hingga pelaporan secara real-time yang memperkuat kepercayaan pengguna jasa.
Momentum pertumbuhan juga didukung membaiknya stabilitas geopolitik global yang berdampak positif terhadap permintaan dan distribusi kargo internasional, serta program hilirisasi sumber daya mineral yang dijalankan pemerintah. Kedua faktor tersebut semakin memperkuat posisi strategis IPCC dalam ekosistem logistik otomotif, khususnya di sektor terminal kendaraan.
Komitmen IPCC terhadap tata kelola perusahaan yang disiplin dan berkelanjutan tercermin pada pertumbuhan yang merata di hampir seluruh segmen kargo. Hingga Mei 2026, volume CBU (Completely Built-Up) tercatat mencapai 365.760 unit, meningkat 4,95% atau bertambah 17.235 unit dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Kinerja ini menunjukkan konsistensi layanan sekaligus terjaganya kepercayaan pengguna jasa.
Sementara itu, segmen truk dan bus mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 57,38% dengan volume bongkar muat mencapai 126.769 unit, atau bertambah 46.221 unit secara year-on-year. Segmen alat berat juga membukukan pertumbuhan positif sebesar 8,35%, dari 12.801 unit menjadi 13.870 unit. Pertumbuhan yang seimbang di berbagai segmen ini menjadi bukti efektivitas sistem pengendalian operasional dan manajemen kapasitas yang diterapkan secara konsisten oleh IPCC.
Kinerja positif IPCC juga sejalan dengan pemulihan industri otomotif nasional. Berdasarkan data GAIKINDO, total wholesales nasional Januari-Mei 2026 untuk kendaraan CBU mencapai 359.015 unit atau meningkat 12,8% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pada saat yang sama, volume ekspor CBU yang dilayani IPCC naik 7% menjadi 148.794 unit. Hal ini menegaskan posisi IPCC sebagai mitra strategis dalam ekosistem otomotif nasional sekaligus menjadi fondasi bagi pertumbuhan operasional yang berkelanjutan.
Plt. Direktur Utama IPCC, Bagus Dwipoyono, mengatakan kepercayaan pengguna jasa menjadi energi utama bagi perusahaan untuk terus meningkatkan kualitas layanan. Menurutnya, pertumbuhan operasional sepanjang Januari hingga Mei 2026 bukan sekadar angka, tetapi cerminan komitmen seluruh insan IPCC dalam menghadirkan layanan terminal kendaraan yang semakin cepat, andal, dan berstandar internasional.
"Kami terus mendorong transformasi layanan berbasis teknologi dan digitalisasi, meningkatkan efisiensi proses handling kargo, serta mengembangkan infrastruktur yang benar-benar memberikan manfaat bagi pengguna jasa. Ke depan, kami optimistis kinerja IPCC dapat melampaui capaian tahun lalu seiring kesiapan kami menyambut pertumbuhan arus kendaraan listrik dan hybrid yang semakin mendominasi aktivitas ekspor-impor otomotif Indonesia. Hal ini semakin memperkuat peran IPCC sebagai tulang punggung ekosistem logistik otomotif yang modern, terintegrasi, dan berkelanjutan," ujar Bagus.
Dengan fondasi operasional yang semakin kuat dan didukung pertumbuhan industri otomotif nasional, IPCC optimistis mampu menutup tahun 2026 dengan kinerja yang lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya. Perseroan akan terus memfokuskan sumber daya pada peningkatan kualitas layanan di seluruh terminal.
"Kami hadir bukan hanya untuk mencatat angka pertumbuhan, tetapi memastikan setiap pengguna jasa merasakan nilai nyata dari layanan kami. Itulah standar yang akan terus kami kejar hingga akhir tahun ini dan seterusnya," tutup Bagus. (end)
Riset Terkait
Berita Terkait
