INJOURNEY PERKUAT PENGEMBANGAN TALENTA PARIWISATA
Share via
Kategori
Ekonomi Bisnis
Terbit Pada
28 July 2026
20837322
IQPlus, (28/7) - PT Hotel Indonesia Natour (InJourney Hospitality) memperkuat komitmennya dalam membangun sumber daya manusia unggul di sektor pariwisata melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan sejumlah universitas dan sekolah tinggi perhotelan serta pariwisata di Indonesia.
Penandatanganan kerja sama yang berlangsung di Mandalika Hall, Kantor Pusat InJourney, Gedung Sarinah Lantai 14, Jakarta, ini menjadi langkah strategis dalam mempererat sinergi antara dunia pendidikan dan industri guna mencetak talenta hospitality yang berdaya saing global.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Direktur Operasi InJourney Hospitality, Peter Alexander Fritz, serta para pimpinan dan perwakilan institusi pendidikan tinggi dan sekolah vokasi terkemuka di bidang perhotelan dan pariwisata, yakni Singapore Management University, Politeknik Pariwisata NHI Bandung, Universitas Negeri Jakarta, BINUS University, TELKOM University, Politeknik Jakarta Internasional, Institut Pariwisata Trisakti, Politeknik Sahid, Sekolah Tinggi Pariwisata Bogor, dan SMK Negeri 28 Jakarta.
Pada kesempatan tersebut, Senior Vice President Human Capital Business Partner InJourney, Dimas Sayyid Mahfuzh, bersama Senior Vice President Human Capital InJourney Hospitality, Joko Utomo, memaparkan strategi pengembangan talenta serta pentingnya kolaborasi yang erat antara dunia pendidikan dan industri sebagai fondasi dalam membangun ekosistem pariwisata yang berkelanjutan dan berdaya saing.
Direktur Utama PT Hotel Indonesia Natour (InJourney Hospitality), Christine Hutabarat, menegaskan bahwa pengembangan talenta merupakan salah satu fondasi utama dalam mewujudkan transformasi industri hospitality nasional.
Menurutnya, kolaborasi antara dunia pendidikan dan industri menjadi kunci dalam menciptakan sumber daya manusia yang mampu menjawab kebutuhan industri saat ini maupun tantangan di masa depan.
"Di InJourney Hospitality, kami meyakini bahwa transformasi industri pariwisata harus dimulai dari investasi pada sumber daya manusia. Kolaborasi dengan perguruan tinggi dan sekolah perhotelan merupakan langkah strategis untuk membangun ekosistem talenta yang selaras dengan kebutuhan industri, sekaligus mempersiapkan generasi hospitality Indonesia yang memiliki kompetensi global tanpa meninggalkan nilai-nilai Indonesian Hospitality yang hangat, tulus, dan autentik.
Melalui sinergi ini, kami berharap dapat melahirkan talenta-talenta unggul yang mampu menjadi penggerak kemajuan industri pariwisata nasional dan membawa daya saing Indonesia ke tingkat dunia,"ujar Christine Hutabarat. (end)
Riset Terkait
Berita Terkait
