BCA Sekuritas
langid
Berita Harian

INDOSAT CTAT PENDAPATAN Rp30,65 TRILIN DI SEMESTER I 2026

Terbit Pada

28 July 2026

Saham Terkait

Terakhir diperbarui: 06-07-2026, 02:51:pm

20844339

IQPlus, (28/7) - PT Indosat Tbk. (IDX: ISAT) membukukan kinerja yang solid sepanjang semester pertama 2026 dengan mencatatkan pendapatan sebesar Rp30,65 triliun, naik 13,1% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp27,11 triliun. Pertumbuhan tersebut diikuti peningkatan EBITDA menjadi Rp14,60 triliun, atau naik 13,6% secara tahunan, dengan margin EBITDA tetap kuat di level 47,6%.

Laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk melonjak 84,5% menjadi Rp4,31 triliun, dari Rp2,34 triliun pada semester pertama 2025.

Menurut perseroan, peningkatan tersebut mencerminkan kekuatan model bisnis yang skalabel, disiplin pengelolaan biaya, serta kemampuan perusahaan dalam menciptakan nilai jangka panjang bagi para pemangku kepentingan.

Dari sisi operasional, rata-rata pendapatan per pengguna (ARPU) seluler gabungan meningkat 17,3% menjadi Rp46 ribu, sementara jumlah pelanggan seluler mencapai sekitar 93 juta. Trafik data juga tumbuh 19,9% dibandingkan tahun sebelumnya. Untuk mendukung peningkatan kebutuhan layanan data, Indosat memperluas jaringan dengan mengoperasikan sekitar 214 ribu BTS 4G pada akhir Juni 2026.

Berdasarkan segmen usaha, pendapatan seluler mencapai Rp25,53 triliun, meningkat 12,2% secara tahunan. Pendapatan multimedia, komunikasi data, dan internet (MIDI) tumbuh lebih tinggi, yakni 18,5%, menjadi Rp4,69 triliun, sedangkan pendapatan telekomunikasi tetap naik 8,4% menjadi sekitar Rp432 miliar.

Beban usaha meningkat 4,5% menjadi Rp22,92 triliun, terutama dipengaruhi kenaikan beban penyelenggaraan jasa, penyusutan dan amortisasi, karyawan, pemasaran, serta beban umum dan administrasi. Meski demikian, laba usaha melonjak 49,3% menjadi Rp7,74 triliun.

Dari sisi neraca, total aset Indosat per 30 Juni 2026 mencapai Rp138,31 triliun, meningkat 16,6% dibandingkan posisi akhir 2025. Total liabilitas tercatat Rp98,21 triliun, sedangkan total ekuitas mencapai Rp40,10 triliun.

Arus kas bersih dari aktivitas operasi meningkat 22,8% menjadi Rp11,76 triliun. Perseroan juga merealisasikan belanja modal sebesar Rp9,52 triliun pada semester pertama 2026, di luar aset hak guna senilai Rp6,57 triliun. Sekitar 57,1% belanja modal tersebut dialokasikan untuk pengembangan bisnis seluler guna mendukung pertumbuhan layanan data.

Pada akhir Juni 2026, Indosat memiliki total utang pokok sebesar Rp18,54 triliun, dengan posisi kas mencapai Rp15,78 triliun, sehingga utang bersih tercatat Rp2,75 triliun. Komposisi utang terdiri atas pinjaman sebesar Rp15,05 triliun dan obligasi senilai Rp3,49 triliun. (end)