BCA Sekuritas
langen
Daily News

INDEF NILAI DSI PERKUAT DAYA TAWAR RI HINGGA PACU DEVISA

Category

Business Economics

Published On

28 August 2026

23950486

IQPlus, (28/8) - Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Esther Sri Astuti menilai keberadaan PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) memperkuat daya tawar Indonesia di pasar global sekaligus meningkatkan devisa hasil ekspor (DHE) dari perdagangan komoditas.

Menurut Esther, pembentukan DSI memiliki tujuan positif, terutama dalam mengintegrasikan data ekspor, menekan praktik under-invoicing, serta menjaga agar devisa hasil ekspor tetap berada di dalam negeri.

"Tujuannya baik, DSI dibentuk untuk mengintegrasikan data ekspor, menekan praktik under-invoicing, dan menjaga devisa hasil ekspor (DHE) di dalam negeri," ujarnya saat dihubungi di Jakarta, Jumat.

Ia mengatakan keberadaan DSI dapat memberikan sejumlah manfaat apabila dikelola dengan tata kelola yang baik.

Salah satunya adalah meningkatkan posisi tawar Indonesia dalam perdagangan internasional karena adanya entitas yang memiliki skala besar dalam mengelola ekspor komoditas.

Selain itu, DSI juga dinilai dapat membantu pemerintah memperoleh data perdagangan yang lebih akurat, sehingga pengawasan terhadap arus devisa menjadi lebih optimal.

"Sebagai entitas tunggal yang besar, BUMN memiliki posisi tawar (bargaining power) yang lebih kuat dalam menentukan harga dan volume ekspor di pasar global," kata Esther.

Namun demikian, Esther mengingatkan terdapat sejumlah tantangan yang perlu diperhatikan dalam implementasi DSI.

Menurutnya, apabila DSI berperan sebagai perantara tunggal atau pengelola ekspor berskala nasional, diperlukan modal besar serta sistem yang kompleks agar operasionalnya berjalan efektif.

Ia menambahkan upaya mencegah praktik under-invoicing dan transfer pricing juga dapat dilakukan melalui pembangunan sistem pengawasan yang kuat tanpa harus mengubah seluruh mekanisme perdagangan.

Menurutnya, kehadiran DSI perlu diimbangi dengan mekanisme yang transparan, efisien, dan tidak menghambat aktivitas pelaku usaha.

Menurut dia, meskipun visibilitas perdagangan domestik dapat meningkat, importir luar negeri tetap dapat mempertimbangkan negara pesaing apabila proses ekspor menjadi lebih panjang dan birokratis. (end/ant)