INDEF DORONG INSENTIF PRODUKSI KEDELAI PERKUAT KETAHANAN PANGAN
Share via
Kategori
Ekonomi Bisnis
Terbit Pada
12 June 2026
16240682
IQPlus, (12/6) - Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Esther Sri Astuti mendorong pemerintah memperkuat insentif untuk peningkatan produksi kedelai domestik guna mendukung ketahanan pangan dan keberlanjutan industri tahu-tempe nasional.
Ia mengatakan kebijakan insentif akan lebih optimal apabila diarahkan pada penguatan sektor produksi dan penciptaan lapangan kerja.
"Jika ingin memberikan insentif sebaiknya untuk kegiatan yang bisa menciptakan lapangan pekerjaan sehingga masyarakat punya income dan meningkatkan daya beli," kata Esther kepada ANTARA di Jakarta, Jumat.
Menurut dia, penguatan produksi kedelai dan komoditas pertanian lain di dalam negeri dapat mengurangi ketergantungan terhadap impor sekaligus memperkuat fondasi swasembada pangan nasional.
"Jika ingin memberikan subsidi maka berikan insentif untuk peningkatan produksi kedelai dan komoditas pertanian lainnya, bukan tergantung kedelai impor," ujarnya.
Pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Pangan telah memutuskan memberikan subsidi kedelai sebesar Rp2.000 per kilogram (kg) melalui Perum Bulog untuk tahap awal sebanyak 250 ribu ton guna menjaga stabilitas harga kedelai di tengah pelemahan rupiah dan tingginya ketergantungan impor komoditas tersebut.
Berdasarkan data Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) Kementerian Perdagangan, rata-rata harga kedelai impor secara nasional tercatat Rp13.722 per kg pada Kamis (11/6), naik tipis dibandingkan satu hari sebelumnya Rp13.705 per kg. (end)
Riset Terkait
Berita Terkait
