INCO GENJOT PENDAPATAN DARI IZIN KOMERSIALISASI NIKEL BAHODOPI
Share via
Terbit Pada
10 September 2026
Saham Terkait
Terakhir diperbarui: 22-06-2026, 09:22:am
25241174
IQPlus, (10/9) - PT Vale Indonesia Tbk (INCO) mencatatkan pendapatan sebesar US$ 427 juta pada semester pertama (1H) tahun 2025. Kendati pendapatan tertekan 11 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya akibat penurunan harga rata-rata nikel matte sebesar 10 persen, perseroan berhasil melakukan efisiensi pada biaya kas pokok penjualan (unit cash cost of sales).
Chief Financial Officer PT Vale Indonesia Tbk, Rizky Andhika Putra, menyampaikan bahwa cash cost nikel matte berhasil diturunkan sebesar 6 persen menjadi US$ 8.944 per ton dibanding semester I-2024. Sepanjang 1H25, perseroan membukukan laba bersih sebesar US$ 25 juta dan EBITDA US$ 92 juta, serta menjaga posisi kas dan setara kas yang kuat di angka US$ 507 juta.
"Untuk mengoptimalkan pendapatan di semester kedua tahun 2025, kami telah menyepakati syarat penetapan harga (pricing terms) nikel matte yang baru serta memperoleh persetujuan revisi RKAB. Hal ini memungkinkan perseroan untuk menjual 2,2 juta ton bijih saprolite dari blok Bahodopi secara komersial," ujar Rizky dalam paparan Public Expose Live 2025, Kamis (11/9/2025).
Langkah komersialisasi bijih nikel Bahodopi dan pemulihan margin nikel matte diproyeksikan menjadi pendorong utama (revenue uplift) peningkatkan kinerja keuangan perusahaan hingga akhir tahun 2025. (end)
Riset Terkait
Berita Terkait
