TAK CUMA MENABUNG, BANK JAGO DORONG NASABAH KELOLA INVESTASI
Share via
Terbit Pada
10 September 2026
Saham Terkait
Terakhir diperbarui: 24-08-2026, 04:31:pm
25241966
IQPlus, (10/9) - PT Bank Jago Tbk kembali memaparkan pencapaian kinerja dan strategi bisnis perusahaan melalui Public Expose Live 2026. Dalam paparan publik yang dilakukan secara daring ini, manajemen Bank Jago menekankan komitmen untuk menumbuhkan perusahaan secara berkelanjutan melalui inovasi produk dan layanan perbankan serta kolaborasi dengan ekosistem digital.
"Selama lebih dari lima tahun beroperasi dan bertumbuh, Bank Jago sebagai bank berbasis teknologi telah menghadirkan solusi keuangan digital yang fokus dan relevan bagi masyarakat Indonesia. Kami melakukannya dengan tetap menjaga fundamental dan pertumbuhan bisnis perusahaan dengan sehat," kata Direktur Bank Jago Supranoto Prajogo.
Keberhasilan menjaga pertumbuhan sehat tercermin dari kinerja keuangan Bank Jago per semester I-2026 yang menunjukkan peningkatan pada jumlah nasabah, dana pihak ketiga (DPK), maupun kredit. Penyaluran kredit tercatat sebesar Rp26,6 triliun pada akhir Juni 2026, meningkat 24% dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang sebesar Rp21,4 triliun. Bank Jago berupaya menjaga kualitas penyaluran kredit dengan baik yang terlihat dari rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) gross 0,8%, lebih rendah dibanding rata-rata NPL perbankan nasional.
Sementara total DPK Bank Jago mencapai Rp27,6 triliun, meningkat 23% dari Rp22,4 triliun pada akhir Juni tahun lalu. Pencapaian ini didorong oleh pencapaian 20,1 juta nasabah pada posisi akhir Juni 2026, yang mencakup 14,7 juta nasabah funding pengguna Aplikasi Jago. Pertumbuhan bisnis yang sehat dan berkelanjutan ini turut mendorong total aset Bank Jago yang mencapai Rp41,4 triliun dan laba bersih mencapai Rp189 miliar per semester I-2026. Bank Jago juga memiliki rasio kecukupan modal atau capital adequacy ratio (CAR) yang cukup untuk mendukung ekspansi bisnis ke depan, yaitu pada level 28,4%.
"Pencapaian positif ini menjadi bukti bahwa model bisnis bank berbasis teknologi dan kolaborasi dengan mitra ekosistem strategis yang kami bangun memiliki kekuatan dan ruang pertumbuhan yang besar,"ujar Supranoto.
Beberapa kolaborasi Bank Jago dengan mitra ekosistem strategis, seperti ekosistem GoTo serta Bibit-Stockbit, memudahkan nasabah terhubung langsung dan seamless untuk menabung, bertransaksi, dan berinvestasi. Di saat yang sama kolaborasi ini mendorong pertumbuhan nasabah Aplikasi Jago secara berkelanjutan.
Sementara kolaborasi Bank Jago dengan mitra penyaluran kredit ekosistem dan platform digital dan perusahaan pembiayaan, termasuk BFI Finance, membantu nasabah mendapatkan fasilitas pembiayaan, sekaligus menumbuhkan portofolio kredit Bank Jago dengan lebih cepat dan terukur. Penyaluran kredit melalui partner ini terus menjadi motor utama bisnis pembiayaan Bank Jago.
"Kami berkomitmen terus menjalankan kolaborasi bisnis dan penyaluran kredit yang telah terbangun baik selama lima tahun terakhir. Namun kami juga mengembangkan penyaluran kredit secara langsung kepada nasabah melalui konsep pembiayaan yang bertanggung jawab untuk menjangkau segmen nasabah yang lebih luas," tutur Supranoto.
Sebagai bank berbasis teknologi, Bank Jago selalu melakukan inovasi pada produk dan layanan perbankan yang sesuai kebutuhan masyarakat. Pada tahun ini, Bank Jago menghadirkan beberapa pengembangan produk, layanan, dan fitur yang bermakna dan bermanfaat bagi nasabah, seperti fitur Rapor Kredit pada Aplikasi Jago yang membantu debitur memahami kesehatan finansialnya terkait pinjaman atau kredit, serta tampilan terintegrasi dalam Aplikasi Jago yang memungkinkan nasabah melihat seluruh portofolio investasi yang tersebar di berbagai platform ke dalam satu tab dan terhubung dengan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI).
Fitur-fitur ini melengkapi produk dan layanan perbankan pada Aplikasi Jago yang sudah ada, seperti fitur Kantong untuk memisahkan uang ke dalam berbagai pos sesuai tujuan, fitur Analisis Pengeluaran (Spend Analysis) yang memuat semua rincian pemasukan dan pengeluaran yang telah dikategorikan, serta koneksi yang seamless ke berbagai aplikasi digital lainnya.
"Melalui fitur-fitur ini, kami ingin mengajak nasabah dari sekadar menabung dan bertransaksi menjadi mengelola keuangan dan investasi secara mudah dan terintegrasi. Melalui komitmen inovasi dan kolaborasi yang berdampak positif, kami ingin menjadi institusi yang tidak hanya membantu nasabah, mitra ekosistem, dan pemangku kepentingan, tetapi juga meningkatkan kesempatan tumbuh mereka secara bersama-sama,"pungkas Supranoto. (end)
Riset Terkait
Berita Terkait
