BCA Sekuritas
langid
Berita Harian

HIMPUNAN KAWASAN INDUSTRI DORONG PENGUATAN KEANDALAN LISTRIK NASIONAL

Kategori

Ekonomi Bisnis

Terbit Pada

12 June 2026

16255822

IQPlus, (12/6) - Himpunan Kawasan Industri (HKI) Indonesia mendorong penguatan keandalan sistem ketenagalistrikan nasional menyusul laporan terjadinya pemadaman listrik di sejumlah wilayah Pulau Jawa.

Ketua Umum HKI Akhmad Ma'ruf Maulana dalam keterangan resmi terkonfirmasi di Jakarta, Jumat, menyampaikan langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga kelangsungan aktivitas industri, mendukung iklim investasi, serta memastikan kebutuhan energi sektor manufaktur dapat terpenuhi secara berkelanjutan.

"Kami menerima berbagai laporan terkait pemadaman listrik di sejumlah wilayah Jawa. Kami memahami bahwa dalam sistem kelistrikan yang sangat besar, gangguan teknis dapat terjadi. Yang terpenting adalah memastikan proses evaluasi berjalan menyeluruh, langkah perbaikan dilakukan secepat mungkin, dan mitigasi ke depan semakin kuat," ujar Ma'ruf.

Menurutnya, industri nasional saat ini tengah bergerak mendukung agenda hilirisasi, peningkatan ekspor, pembangunan pusat data, serta masuknya investasi baru ke berbagai daerah. Seluruh agenda tersebut membutuhkan dukungan infrastruktur energi yang stabil dan dapat diandalkan.

"Keandalan listrik menjadi salah satu pertimbangan utama investor ketika menentukan lokasi investasi. Kepastian pasokan energi memberikan rasa aman bagi dunia usaha dalam merencanakan ekspansi maupun pengembangan usaha jangka panjang," katanya.

Disampaikan dia, pihaknya telah mengirimkan surat terhadap pemerintah dan BUMN terkait, serta mengusulkan evaluasi menyeluruh terhadap penyebab gangguan sistem kelistrikan, mencakup aspek pembangkit, transmisi, distribusi, hingga kecukupan cadangan daya.

Selain itu, HKI juga mendorong penguatan infrastruktur ketenagalistrikan pada kawasan industri strategis agar memiliki tingkat keandalan yang lebih tinggi.

Pihaknya turut mengusulkan agar kawasan industri memperoleh prioritas penanganan ketika terjadi gangguan sistem. Ini karena, kawasan industri merupakan pusat kegiatan produksi, ekspor, investasi, dan penyerapan tenaga kerja yang memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional maupun daerah.

Selain itu, HKI mendorong percepatan pengembangan sistem cadangan, peningkatan kapasitas jaringan, pembangunan gardu induk di kawasan industri yang berkembang pesat, serta pemanfaatan teknologi pemantauan sistem yang semakin modern.

Dalam jangka panjang, HKI memandang perlu adanya ruang yang lebih luas bagi pengembangan pembangkit mandiri (captive power), energi baru dan terbarukan, serta Wilayah Usaha Ketenagalistrikan (Wilus) di kawasan industri tertentu sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan energi nasional. (end)