HIMKI YAKIN EKSPOR FURNITUR CAPAI 6 MILIAR DOLAR AS DALAM LIMA TAHUN
Share via
Kategori
Ekonomi Bisnis
Terbit Pada
06 March 2026
06430627
IQPlus, (6/3) - Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) optimistis ekspor industri furnitur nasional dapat mencapai 6 miliar dolar AS per tahun dalam lima tahun ke depan, seiring dengan besarnya potensi pasar furnitur global, serta dukungan pameran internasional.
Ketua Umum HIMKI, Abdul Sobur dalam pernyataan dikonfirmasi di Jakarta, Jumat menyampaikan industri furnitur dan kerajinan dalam negeri masih terus menunjukkan peran penting bagi perekonomian.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan ekspor mebel memberi kontribusi sebesar 12,2 persen dari subsektor kerajinan, yang menunjukkan bahwa sektor furnitur masih menjadi salah satu penopang ekspor produk kreatif Indonesia.
Peluang pertumbuhan industri furnitur global juga kata dia, dinilai masih sangat besar. Merujuk data Allied Market Research, nilai pasar furnitur dunia diproyeksikan mencapai lebih dari 1.160 miliar dolar AS pada 2034, meningkat dari 736 miliar dolar AS pada 2023 dengan tingkat pertumbuhan tahunan gabungan (CAGR) 4,2 persen.
"Kami yakin ke depan pasar furnitur dunia masih akan terus membaik. Untuk itu, kami kembali menegaskan target kami untuk merealisasikan target ekspor sebesar 6 miliar dolar AS. Selain ke pasar utama seperti Amerika Serikat dan Eropa, kami juga mendorong anggota kami untuk membuka peluang ke pasar-pasar baru seperti Timur Tengah dan Afrika," ujar Sobur.
Ia menyampaikan, salah satu dukungan pameran internasional yang dapat memacu ekspor furnitur dalam negeri yakni Indonesia International Furniture Expo (IFEX) yang digelar di ICE BSD, Tangerang, Banten, 5-8 Maret.
Pameran itu dinilai pihaknya menjadi salah satu motor penggerak ekspor furnitur nasional, mengingat ajang ini merupakan pameran business-to-business (B2B) global yang mempertemukan pelaku industri furnitur dengan pembeli melalui berbagai kegiatan business matching.
Selain itu, di tengah dinamika geopolitik global, penyelenggaraan IFEX memastikan bahwa kondisi di Indonesia tetap aman dan stabil sehingga pameran dapat berlangsung sesuai rencana.
"Dalam situasi global seperti saat ini, kemitraan yang kuat dan akses pasar yang andal menjadi semakin penting," kata Sobur.
Ia menambahkan bahwa pihaknya terus menjalin komunikasi dengan peserta dan pembeli internasional guna memastikan kenyamanan serta kelancaran pelaksanaan pameran. (end/ant)
Riset Terkait
Berita Terkait
