BCA Sekuritas
langid
Berita Harian

HIMBARA SIAP HUBUNGKAN MODAL GLOBAL KE EKOSISTEM PFII

Kategori

Ekonomi Bisnis

Terbit Pada

09 July 2026

19025171

IQPlus, (10/7) - Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) siap untuk menjadi penghubung (gateway) bagi masuknya modal global dengan peluang investasi di Indonesia melalui ekosistem Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII).

Modal global tersebut mencakup foreign direct investment (FDI), investor institusi, sovereign wealth fund, family office, hingga pasar modal.

"Selama ini, sebagian besar arus modal tersebut masih mengalir melalui pusat-pusat keuangan internasional di luar Indonesia," kata Direktur Kelembagaan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) Eko Setyo Nugroho yang hadir mewakili Himbara dalam RDPU Panja RUU PFII DPR di Jakarta, Kamis.

Melalui PFII, menurut Eko, Indonesia dapat membangun ekosistem keuangan yang lebih kompetitif dengan dukungan regulasi yang adaptif, insentif yang menarik, infrastruktur keuangan berstandar internasional, serta penguatan pasar keuangan dan likuiditas domestik.

Ia menambahkan bahwa ekosistem tersebut diharapkan menjadi entry point bagi modal global untuk masuk langsung ke Indonesia.

Dalam ekosistem tersebut, Himbara berperan sebagai gateway yang tidak hanya menghubungkan investor global dengan peluang investasi nasional, tetapi juga menyediakan solusi keuangan yang terintegrasi, membangun kemitraan strategis, serta mendukung kebutuhan pembiayaan sepanjang siklus investasi.

"Selanjutnya, modal yang berhasil dihimpun akan dapat disalurkan ke berbagai sektor prioritas nasional," jelas Eko.

Ia menjelaskan, pihaknya telah melakukan benchmarking terhadap sejumlah pusat keuangan internasional (international financial center/IFC) yang telah berkembang, yakni Abu Dhabi Global Market, Dubai International Financial Centre, International Financial Centre di Hong Kong, dan Singapore International Financial Centre.

Dari hasil benchmarking tersebut, jelas Eko, Himbara mempelajari bahwa setiap IFC memiliki positioning dan target ekonomi yang jelas.

Sebagai contoh, Abu Dhabi Global Market dan Dubai International Financial Centre yang dikembangkan sebagai kawasan khusus atau zone-based IFC. Sedangkan Hong Kong dan Singapura berkembang sebagai pusat keuangan yang mencakup seluruh kota atau negara.

"Artinya, keberhasilan IFC sangat ditentukan oleh kejelasan arah. Siapa target pelakunya, produk keuangan apa saja yang dikembangkan, dan peran apa yang ingin dimainkan di kawasan," jelas Eko. (end/ant)