BCA Sekuritas
langid
Berita Harian

HARGA MINYAK NAIK SELASA USAI AS CABUT IZIN PENJUALAN MINYAK IRAN

Kategori

Komoditi

Terbit Pada

08 July 2026

18825556

IQPlus, (8/7) - Harga minyak ditutup 3 persen lebih tinggi pada hari Selasa (7 Juli) dan kemudian melanjutkan kenaikan setelah penutupan perdagangan, setelah AS mencabut izin umum yang mengizinkan penjualan minyak mentah Iran. Laporan serangan terhadap kapal di dekat Selat Hormuz juga menghidupkan kembali kekhawatiran akan gangguan pada pengiriman tanker.

Kontrak berjangka minyak mentah Brent ditutup naik US$2,17, atau 3,01 persen, menjadi US$74,16 per barel, sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS naik US$1,89, juga 2,76 persen, menjadi US$70,44 per barel.

Dalam perdagangan setelah penutupan, patokan global naik US$1,87 menjadi US$76,03 dan WTI melonjak US$1,76 menjadi US$72,20 pada pukul 15.26 ET (1926 GMT) setelah AS mencabut izin umum yang mengizinkan penjualan minyak Iran. Kedua indeks acuan tersebut naik lebih dari 5 persen dari harga penutupan hari sebelumnya.

Amerika Serikat memperingatkan bahwa tindakan Iran di Selat Hormuz "sama sekali tidak dapat diterima" dan akan ditindaklanjuti dengan konsekuensi setelah serangan terhadap kapal tanker di jalur perairan strategis tersebut, kata seorang pejabat AS pada hari Selasa.

Langkah AS ini dilakukan setelah tiga kapal tanker dihantam di Selat Hormuz pada hari Selasa, termasuk sebuah kapal pengangkut gas alam cair Qatar yang menurut Qatar dihantam oleh drone Iran.

Sebuah kapal tanker minyak mentah berbendera Saudi, yang diyakini sebagai supertanker Wedyan, juga mengalami kerusakan di lepas pantai Oman. Penyebabnya belum segera jelas.

"Jelas, hari ini adalah tahap selanjutnya dari penyimpangan dari nota kesepahaman," kata Bob Yawger, direktur futures energi di Mizuho, memnabahkan bahwa tidak jelas apakah tindakan Iran bertujuan untuk menegakkan otoritas atas Selat Hormuz atau terutama sebagai unjuk kekuatan selama upacara berkabung untuk Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei yang terbunuh.

Pada bulan Juni, AS dan Iran menandatangani nota kesepahaman yang bertujuan untuk mengakhiri perang Iran dan membuka kembali Selat Hormuz.

Yawger mengatakan keputusan AS untuk mencabut izin minyak adalah sinyal bahwa Iran telah bertindak terlalu jauh, tetapi menambahkan bahwa ia tidak mengharapkan langkah tersebut akan berdampak jangka panjang pada kemampuan Teheran untuk mengekspor minyak mentah atau pada prospek kesepakatan yang lebih luas. "Saya rasa tidak ada kepentingan bagi kedua belah pihak untuk tidak mencapai kesepakatan," katanya. (end/Reuters)