BCA Sekuritas
    langid
    Berita Harian

    HARGA MINYAK NAIK LEBIH DARI SATU PERSEN HARI RABU

    Kategori

    Komoditi

    Terbit Pada

    17 December 2025

    35124973

    IQPlus, (18/12) - Harga minyak naik lebih dari satu persen pada hari Rabu setelah Presiden AS Donald Trump memerintahkan blokade semua kapal tanker minyak yang dikenai sanksi yang masuk dan keluar Venezuela, meningkatkan ketegangan politik global dan meredakan kekhawatiran tentang surplus minyak mentah global yang membengkak.

    Harga minyak mentah Brent ditutup pada US$59,68 per barel, naik 76 sen, atau 1,3 persen. Minyak mentah West Texas Intermediate AS ditutup pada US$55,94 per barel, naik 67 sen, atau 1,2 persen.

    Meningkatnya persediaan bahan bakar AS meredam kenaikan harga minyak. Harga telah ditutup mendekati level terendah lima tahun pada sesi sebelumnya karena tanda-tanda kemajuan dalam pembicaraan perdamaian Rusia-Ukraina. Kesepakatan perdamaian dapat membuat sanksi Barat terhadap Moskow dilonggarkan, membebaskan pasokan karena pasar bergulat dengan permintaan global yang rapuh.

    Pada hari Selasa, Trump memerintahkan blokade semua kapal tanker minyak yang dikenai sanksi yang masuk dan keluar Venezuela, dengan mengatakan bahwa ia menganggap pemerintahan Presiden Nicolas Maduro sebagai organisasi teroris asing.

    Pemerintah Venezuela dalam sebuah pernyataan mengatakan mereka menolak "ancaman mengerikan" Trump. Trump menyampaikan komentar tentang blokade tersebut seminggu setelah AS menyita kapal tanker minyak yang dikenai sanksi di lepas pantai Venezuela.

    Belum jelas berapa banyak kapal tanker yang akan terpengaruh dan bagaimana AS akan memberlakukan blokade, serta apakah Trump akan meminta bantuan Penjaga Pantai AS untuk mencegat kapal, seperti yang dilakukannya minggu lalu. Dalam beberapa bulan terakhir, AS telah mengerahkan kapal perang ke wilayah tersebut.

    Beberapa ahli energi skeptis bahwa tindakan terbaru Trump akan memberikan dampak yang signifikan pada pasokan minyak mentah global.

    "Meskipun tindakan AS mungkin menimbulkan gejolak jangka pendek dan premi risiko yang moderat, tindakan tersebut saja tidak cukup untuk memperketat keseimbangan global atau mendorong kenaikan harga minyak mentah yang berkelanjutan," kata analis energi Kpler dalam sebuah catatan. (end/Reuters)